Asap yang berasal dari pembakaran hutan dan lahan di Indonesia telah sampai di Singapura. Jelas warga di sana banyak yang mengeluh. Namun ada juga yang menggagas gerakan di Facebook agar warga tidak hanya komplain, tapi juga instropeksi diri.
Halaman Facebook bernama People's Movement to Stop Haze itu digagas oleh warga Singapura bernama Tan Yi Han. Pria yang bekerja sebagai konsultan keuangan itu membuatnya tahun lalu. Memang, asap dari Indonesia hampir selalu menyelimuti Singapura tiap tahun.
"Selalu saja ada permainan saling menyalahkan antara petani, politisi dan politisi lainnya. Jadi kami memutuskan untuk membantu ketimbang komplain mengapa hal ini terjadi," kata lelaki usia 30 tahun itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sebagai warga Singapura harus melakukan sesuatu terkait pemakaian minyak kelapa sawit dan kertas karena kami menggunakan keduanya sehari-hari. Jadi kami bernafas dengan apa yang kami beli," katanya mengibaratkan, seperti detikINET kutip dari BBC, Selasa (15/9/2015).
Facebook yang dibuat Tan sudah di-Like cukup banyak orang. Di situ, dibagikan berbagai berita dan informasi soal asap dan juga kampanye agar proses produksi kelapa sawit lebih ramah lingkungan.
"Selama musim asap seperti ini, selalu ada banyak pembicaraan tentangnya di media sosial. Jadi kami memanfaatkan Facebook untuk membagikan apa yang kami tahu dan menarik mereka pada kampanye kami," pungkas Tan. (fyk/ash)