Pria yang pernah menjadi buronan polisi karena dugaan pembunuhan yang melibatkan ia dengan tetangganya itu pun pede lantaran mengklaim mendapat ribuan email dukungan. Dokumen yang diajukan McAfee telah terbukti sah oleh Kyle Sandler, mantan pegawai Google yang kini bertindak sebagai Direktur Kampanye McAfee.
"Saya mendirikan sebuah partai baru yang belum diumumkan," tulis McAfee dalam dokumen tersebut dikutip detikINET dari Venture Beat, Rabu (9/9/2015). Belakangan seorang juru bicara mengatakan bahwa partai yang dimaksud McAfee disebut sebagai Cyber Party alias Partai Cyber, agak nyeleneh memang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dengan nada membela, Sandler mengatakan bahwa meski lahir di Inggris, namun McAfee tumbuh dan besar di pangkalan militer Amerika Serikat yang berdiri di Inggris. Hal yang serupa pada kisah Senator John McCain yang menjadi calon presiden AS 2008 lalu.
Bukan tanpa alasan pria berusia 69 tahun itu mengikuti pemilihan presiden. Motivasinya tak lain terkait masalah keamanan dan pengawasan. Ya, pemerintah AS memang dikenal sebagai pemerintahan yang kerap mengawasi warga negaranya dengan cara penyadapan.
"Kita kehilangan privasi pada tingkat yang mengkhawatirkan, tidak ada yang tersisa. Kita telah memberikan begitu banyak ilusi keamanan dan pemerintah kita disfungsional," papar McAfee. Tak ketinggalan, ia berkeinginan untuk 'merespons' serangan teroris yang muncul di kemudian hari.
Baca juga: John McAfee, Miliuner Antivirus yang Mirip Rambo
(ash/ash)