Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dana Terpenuhi, Wakil Garut Siap Berlaga di INAICTA

Dana Terpenuhi, Wakil Garut Siap Berlaga di INAICTA


Ardhi Suryadhi - detikInet

Jakarta -

Masalah kurang dana yang sempat menghadang wakil garut untuk berlaga di Indonesia ICT Award (INAICTA) 2015, selesai sudah. Kini, tiga anak SLTP asal Garut siap unjuk gigi di Jakarta dengan aplikasi Buku Tamu Android andalannya.

Dijelaskan Dewis Akbar dari komunitas TIK Steamclub, yang jadi pembimbing Rafli Muhamad Ridhwan (SMPN 2 Garut), Muhammad Raka Saepulloh (SMPN 1 Leuwigoong) dan Fazil Fauzi Hidayat (Pondok Pesantren Darussalam Kersamanah), tak lama setelah isu ini terangkat, sejumlah pihak mengajukan diri untuk memberi donasi.

"Sejak jam 15-an (Sabtu, 5 September 2015), Alhamdulillah sumbangan dari rekan-rekan sudah mencapai Rp 3,95 juta dan sebetulnya besok dari beberapa teman dan beberapa organisasi seperti Perhimpunan Restoran dan Hotel Indonesia (PHRI) telah berjanji akan memberikan bantuan. Termasuk Dinas Kominfo Kabupaten Garut yang selama ini selalu kooperatif dalam berbagai kegiatan kami. Sehingga kami pun sudah berhenti menyebar permohonan dana di media sosial," jelas Dewis dalam perbincangannya dengan detikINET.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Adapun total dana donasi saat ini telah mencapai Rp 5,35 juta dan total kas yang telah dipegang saat ini sebesar Rp 7,45 juta. Lebih Rp 1,15 juta dari target. Dana ini akan bermanfaat untuk cadangan dana tak terduga. Dan bila seandainya nanti setelah kegiatan ada sisa pun akan kami gunakan untuk pengadaan sarana belajar untuk anggota klub lainnya," lanjutnya.

Meski demikian, Dewis menyayangkan adanya persepsi negatif yang dialamatkan ke beberapa pihak setelah mendengar isu kekurangan ongkos ini, mulai dari ke Kementerian Kominfo atau ke Pemda dan Bupati Garut. Memang, niat mereka yang mengkritisi mungkin baik dan gregetan lantaran ingin masalah 'kurang ongkos' tak lagi jadi isu untuk mengirim para pejuang muda teknologi Garut berkreasi. Hanya saja, Dewis menilai, beberapa tudingan tersebut terlalu liar.

"Pihak Kementrian Kominfo pun hari ini telah memberikan informasi bahwa disediakan untuk nominator INAICTA satu kamar untuk dua orang. Pemda Garut juga selalu kooperatif dan apresiatif dalam berbagai kegiatan anak-anak, misalnya ketika proses penjurian wawancara Anugerah Inovasi Jawa Barat ke Gedung Sate, serta baru-baru ini saat Saron Simulator diundang untuk memeriahkan Puncak Perayaan Hari Anak Nasional di Istana Bogor, pihak Pemda Garut telah sangat banyak memberi bantuan," jelasnya.

Bahkan, Dewis punya pengalaman menarik soal reaksi Bupati Garut Rudi Gunawan saat dimintai dukungannya kepada anak-anak penggiat TIK ini di tahun 2014 lalu. Kala itu, Dewis dan anak-anak asuhannya bertamu ke rumah Bupati Garut tanpa ada janji terlebih dahulu. "Namun beliau sangat welcome, bahkan tergopoh-gopoh masih memakai sarung setelah shalat tanpa memikirkan gengsi sebagai pejabat. Ketika beliau mengetahui anak-anak berjuang di INAICTA 2014 dengan Saron Simulator, beliau langsung meng-handle akomodasi tanpa harus ada proposal atau surat terlebih dahulu," ungkapnya.


Keterangan foto: Bupati Garut bersarung dan berkaos kuning saat menerima kunjungan anak SLTP Garut peserta INAICTA 2014. (dok. Steamclub)

Β 

Dengan selesainya masalah ini maka dipastikan tim asal Garut akan datang ke Jakarta untuk berlaga di 8 besar INAICTA 2015 kategori SD-SMP. Akhir kata, Dewis dan rekan-rekannya menghaturkan terima kasih atas dukungan banyak pihak dan berharap masalah ini tak melebar dengan mendiskreditkan pihak-pihak tertentu.

(ash/asj)




Hide Ads