Layanan ojek digital Go-Jek Indonesia membuka perekrutan besar-besaran untuk bergabung menjadi driver Go-Jek. Kerumunan ribuan orang sudah tampak sejak pagi di Hall A Lapangan Basket Senayan, Jakarta.
"Saya dari jam 10 pagi antre di sini mbak. Udah daftar lewat SMS. Hari ini kan terakhir katanya sih dibatesin sampe 10.000 orang. Jam 6 sore ini katanya ditutup," kata Boni salah satu pelamar Go-Jek saat mengobrol dengan detikINET di lokasi, Jumat (14/8/2015).
Boni yang datang bersama temannya mengaku tertarik menjadi driver Go-Jek karena tergiur dengan cerita tetangganya yang sudah lebih dulu bergabung. Menurutnya, mengapa tidak mencoba mencari penghasilan dengan menjadi pengemudi Go-Jek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO Go-Jek Nadiem Makarim dalam konferensi pers di tempat yang sama menyebutkan, Go-Jek saat ini sudah menghidupi lebih dari 30 ribu rumah tangga.
"Go-Jek sudah berkontribusi terhadap revolusi sosial yang menguntungkan banyak pihak. Driver yang tadinya ga terbiasa menyentuh smartphone, sekarang mereka siap dan familiar dengan teknologi. Mereka juga melek finansial untuk investasi masa depan. Banyak pengguna yang terbantu hidupnya. Pekerja gak telat lagi ke kantor. Membantu mengurangi pengangguran," sebutnya.
Rekrutmen massal dilakukan Go-Jek selama sebulan penuh. Sebelum datang langsung ke lokasi perekrutan, para peminat mengajukan lamaran melalui SMS.
Setelah mengisi formulir dan diterima menjadi driver Go-Jek, mereka akan diberikan berbagai pelatihan. Mulai dari training menggunakan smartphone, online banking dan tata cara mengemudi yang baik.
(rns/fyk)