Mantan CEO Twitter Dick Costolo berencana segera hengkang dari dewan direksi Twitter. Situs mikroblogging itu pun dituntut cepat mencari pengganti dan melakukan perombakan.
Dilaporkan Bloomberg, Senin (10/8/2015), agar transisi berjalan mulus, Costolo akan tetap berada di dewan direksi. Dia akan langsung hengkang setelah CEO yang baru terpilih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum bergabung ke Twitter pada 2010, Bain adalah presiden dari Fox Audience Network. Di sana ia bertugas untuk memonetisasi bermacam platform yang dimiliki oleh perusahaan itu.
Kemudian di Twitter ia punya tugas yang hampir sama, yaitu mengembangkan platform iklan di jejaring media sosial 140 karakter tersebut. Hubungan baik Bain dengan para pengiklan pun merupakan aset paling penting dari pria berusia 40 tahun ini.
Kilas balik mengenai penguduran diri Costolo, pria berkacamata ini menyatakan resign pada awal Juli 2015. Sebagai pengganti sementara, ia menyebut nama Jack Dorsey.
Dorsey salah satu sosok penting dalam pendirian Twitter dan bersama Costolo, Dorsey turut membesarkan perusahaan yang didirikan pada 21 Maret 2006 itu.
Selain Jack Dorsey, beberapa kandidat lain yang mungkin menggantikan Costolo adalah mantan bos Yahoo Ross Levinsohn, pendiri Instagram Kevin Sytrom, dan kepala perusahaan aplikasi newsreader Flipboard Mike McCue. Adapun manajemen Twitter menolak mengkonfirmasi kabar perombakan manajemennya itu.
Para investor berharap, perubahan kepemimpinan akan membantu prospek pertumbuhan Twitter dan harga sahamnya. Namun sejumlah pengamat mengatakan, Twitter butuh lebih dari sekedar CEO baru.
(rns/ash)