Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tanya Jokowi: Go-Jek Masih Kejar-kejaran Sama Ojek?

Tanya Jokowi: Go-Jek Masih Kejar-kejaran Sama Ojek?


Maikel Jefriando - detikInet

Ilustrasi (gettyimages)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo ternyata mengikuti perkembangan layanan aplikasi ojek digital di Indonesia. Termasuk soal hubungan yang tidak harmonis antara rider Go-Jek dengan tukang ojek pangkalan.

"Ini Go-Jek masih kejar-kejaran sama ojek?" Jawab Jokowi yang disusul tawa para hadirin saat berdiskusi dengan CEO Go-Jek Nadiem Makarim saat meresmikan gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE) di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan.

"Saya kira Go-Jek memang sangat bagus dan kreatif sekali, dengan sistemnya bisa membantu banyak ojek di Jakarta dan daerah lain," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Jokowi menyayangkan sistem Go-Jek ini belum bisa menjangkau hingga ke pelosok, misalnya hingga ke desa dan warung-warung kecil yang belum terkoneksi dengan internet.

"Tapi masih banyak sekali di desa-desa, kecamatan, warung-warung kecil itu tidak bisa dikoneksikan dengan aplikasi seperti itu, begitu juga dengan nelayan," ujar Jokowi.

Sebelumnya, CEO Go-Jek curhat ke Jokowi tentang tiga hal. Pertama, Nadiem berharap pemerintah punya mindset alias pola pikir yang sedikit berbeda, misalnya dari dulunya wasit menjadi pelatih, dari regulator menjadi inkubator, dan dari pengawas menjadi sahabat.

Kedua, Nadiem mengaku para pelaku industri teknologi sekarang harus berkompetisi luar biasa dengan perusahaan dengan pendanaan jutaan dolar dari perusahaan global

"Ini benar-benar membuat kami sedikit mencari celah untuk meningkatkan profit agar kami bisa berkompetisi. Diharapkan lebih banyak insentif yang diberikan kepada perusahaan aplikasi dan e-commerce di Indonesia," katanya.

Sementara yang ketiga, Nadiem mengatakan perusahaannya bergerak di sektor teknologi yang perubahannya jauh lebih cepat dari industri lain.

(ash/ash)






Hide Ads