Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Napak Tilas Satu Dasawarsa Android

Napak Tilas Satu Dasawarsa Android


Rachmatunnisa - detikInet

(Getty Images)
Jakarta - Juli adalah bulan penting bagi Android. Di 2015 ini, Android merayakan 10 tahun bergabungnya tim mereka ke Google. Satu dekade lalu, tidak ada yang menyangka OS robot hijau akan sebesar sekarang.

Android memang tidak punya ulang tahun khusus. Namun yang jelas, Google dan tim Android mencatat bagaimana awal mula mereka menyatukan kekuatan.

Android awalnya dikembangkan oleh Android Inc. Sebuah perusahaan independen yang dibentuk Andy Rubin. Pada tahun 2000-an, seperti dikutip detikINET dari berbagai sumber, Senin (13/7/2015), software ponsel umumnya hanya dibuat oleh beberapa orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Si jenius Rubin saat itu ingin menciptakan keterbukaan. Dia ingin setiap developer bisa masuk dan menggunakan kode buatannya secara gratis. Dia dan timnya yang berbasis di Palo Alto, California, Amerika Serikat kemudian mengembangkan software untuk ponsel yang kala itu namanya masih Google Phone.

Bersama co- founder Android lain, Rich Miner, Rubin pun mempresentasikan Android ke Google Ventures. Gayung bersambut, Google tertarik pada OS besutan Rubin dan kawan-kawannya.





Presentasi bisnis awal Rubin ialah memberi software gratis untuk pengembang. Perusahaan lain lah yang akan memproduksi ponsel sendiri. Maka, mereka cukup diberikan kode untuk diutak- atik. Android boleh di-brand ulang tanpa menghilangkan lisensinya atau sumbernya.

Pada 2005 Google memutuskan mengakuisisi Android Inc. Rubin pun ditunjuk menjadi Senior Vice President yang bertanggung jawab dalam pengembangan OS-nya tersebut. Setelah diambil alih oleh Google, November 2007 Google mengumumkan mereka sedang mengembangkan ponsel Google dengan OS mobile terbaru yang mereka namai Android.

OS Android sebenarnya didasarkan pada kernel Linux dan dirancang digunakan oleh Open Handset Alliance yang terdiri dari sekelompok puluhan pembuat hardware, carrier dan perusahaan terkait perangkat mobile lainnya seperti Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, Nvidia dan lain-lain.

Perlu waktu bagi Android untuk bisa meluncur mulus. Google membuat perubahan besar pada OS ini selama bertahun-tahun. Sang raksasa internet berusaha meyakinkan publik bahwa si robot hijau bisa menghadirkan fitur serta fungsi yang diharapkan pengguna.

Kini, Android mendominasi pasar global dan tampaknya masih akan memimpin. Sebuah hal menarik bagaimana Android mengubah sifat komputasi mobile dalam hitungan satu dasawarsa.

(rns/ash)





Hide Ads