Pemasangan L-Root ini akan meningkatkan kemampuan Sistem Nama Domain (DNS/Domain Names System) terhadap beberapa jenis serangan cyber tertentu, seperti Distributed Denial of Service (DDoS).
Ketua PANDI Andi Budimansyah, menyatakan gembira dengan terpasangnya server L-Root di Indonesia. βIni merupakan root server ketiga di Indonesia setelah I-Root dan F-Root yang sudah ada sebelumnya. L-Root ini sangat penting untuk meningkatkan kehandalan, kecepatan, dan ketahanan internet di Indonesia,β ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini terdapat 13 server 'root' DNS dalam sistem pengalamatan di Internet, yang masing-masing diberi nama dengan huruf A hingga M. L-Root adalah salah satu dari tiga belas server root itu. Seluruh perlengkapan server L-Root di Indonesia disediakan oleh PANDI dan pengoperasiannya dilakukan oleh ICANN.
Kuek Yu-Chuang, Vice President dan Managing Director ICANN Asia Pacific, menyebut pemasangan L-Root pertama di Indonesia ini sebagai sebuah peristiwa bersejarah. βHal ini dapat dilakukan berkat kerja sama yang erat dengan PANDI dan komunitas multi-stakeholder di Indonesia, termasuk dengan pemerintah Republik Indonesia yang sudah menjadi mitra erat ICANN di Asia Pasifik,β ungkap Kuek.
βICANN memiliki komitmen pada perkembangan internet di Indonesia dan mendukung lebih banyak lagi pemasangan L-Root di Indonesia,β tambah Kuek lagi.
Dirjen Aplikasi Telematika Kementerian Kominfo Bambang Heru Tjahjono, mengatakan pemerintah sangat menghargai langkah-langkah dan program TIK untuk meningkatkan kehandalan dan tata kelola internet di Indonesia.
βSalah satu tujuan utama kami adalah memperkuat DNS nasional. Dengan adanya L-Root dan kerja sama yang erat dengan ICANN, tata kelola internet di Indonesia diharapkan dapat menjadi semakin baik dan secara signifikan meningkatkan keamanan, kehandalan, dan integritas Internet di Indonesia,β tuturnya.
(ash/ash)