Grab Taxi sendiri awalnya berasal dari Malaysia. Indonesia menjadi negara keenam yang disinggahi, setelah Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan tentu saja negara asalnya Negeri Jiran tempat aplikasi itu diluncurkan.
Alasannya, tentu saja karena GrabTaxi menilai Indonesia menjadi lahan basah dan pangsa pasar yang luas bagi layanannya untuk beroperasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu tahun belakangan dirasa menjadi tahun yang luar biasa bagi GrabTaxi. Dimana mereka sudah menginvansi 4 kota: Jakarta, Padang, Surabaya, dan Bali. Layanannya pun tak sebatas pemesanan taksi, ada pula Grab Bike dan Grab Car yang baru saja beroperasi di Pulau Dewata.
"Ke depannya kami berharap bisa menjadi solusi transportasi di Indonesia dengan GrabTaxi, dimana kami selalu berpatok pada 3 jaminan, yakni keamanan, kepastian, dan kecepatan," ujar Kiki.
Lebih lanjut Kiki mengklaim jika aplikasinya sudah diunduh lebih dari 4,8 juta unduhan di seluruh Asia Tenggara. Dalam menjalankan bisnisnya, GrabTaxi mendapat dukungan dari pemerintah, khususnya dari Dirjen Perhubungan Darat.
"Dengan tiga jaminan yang diberikan oleh GrabTaxi saya rasa itu bagus. Masyarakat pun bisa terbiasa hal-hal yang bersifat IT, efisiensinya cukup tinggi. Mengingat masyarakat tak perlu keliling, begitu pula pengemudi. Sehingga kemacetan diharapkan bisa terserap," papar Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan Dirjen Perhubungan Darat, Eddi.
Maka dari itu, guna merayakan hari jadinya yang ke satu di Indonesia Grab Taxi pun meluncurkan program Grab Gratis. Program yang berjalan pada satu hari saja, yakni Senin 22 Juni 2015 itu memungkinkan pengguna GrabTaxi mendapat potongan Rp 48.800.
(ash/ash)