Bagi anak muda Indonesia yang menyimpan mimpi berkarir di raksasa teknologi dunia, tak bisa cuma berleha-leha. Ada banyak usaha yang harus dilakukan dari dini. Salah yang disarankan adalah menganut salah satu prinsip Sun Tzu.
Sun Tzu adalah ahli strategi perang yang sudah melegenda. Strategi Sun Tzu pula yang dipegang oleh Borrys Hasian, orang Indonesia yang kini menjabat sebagai Head of UX & Design Viki Inc selama berkarir.
"Saya inget banget salah satu prinsip dari Sun Tzu. Kira-kira seperti ini, 'Para prajurit yang ahli, terlebih dahulu membuat diri mereka tidak terkalahkan, baru menunggu saat musuhnya lengah'. Jadi pertama, kembali ke modal utama, pilih satu bidang yang kita suka dan berusaha keras jadi ahli di bidang itu," ungkap Borrys kepada detikINET.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan pernah jadikan uang sebagai tujuan, karena uang sebagai tujuan itu membuat usaha kita jadi terbatas. Kalau bayaran segini, saya kerja setengah hati, dan lainnya. Tapi coba pikir, bagimana skill kita bisa berarti untuk orang lain," lanjutnya.
"Untuk saya, misalnya, saya pakai motto 'improving people's lives, one interface at a time'. Di Viki, saya ingin membuat orang lain happy dengan hiburan menonton drama TV, di manapun mereka berada. Jadi harus ada tujuan yang melebihi uang yang membuat potensi kita lebih berkembang," imbuh Borrys, coba memberi inspirasi.
Selanjutnya, adalah harus aktif networking alias membangun jaringan pertemanan, terutama online. Untuk di Singapura, layanan media sosial bagi para profesional LinkedIn termasuk yang banyak dipakai.
"Jadi pas networking, kita sudah punya 'unique selling points', jangan kontak orang-orang kalau kita belum punya value untuk dijual, first impression matters. Networking ini termasuk punya online presence -- Twitter, blog, Dribbble, Behance, dan lainnya," tandasnya.
(ash/fyk)