Generasi dulu mungkin memuja Bill Gates dan Steve Jobs. Keduanya punya kesamaan, sama-sama drop out, karismatik, populer, kaya raya dan melakukan revolusi besar di jagat teknologi.
Kini Zuckerberg banyak disebut sebagai penerus dua sosok legendaris tersebut. Sama-sama kreatif, banyak dikenal, inovatif dan kebetulan juga sama-sama tidak lulus kuliah seperti Gates dan Jobs.
Facebook yang digagas Zuckerberg bersama rekan-rekannya kala kuliah di Universitas Harvard, kini memiliki sekitar 1,4 miliar pengguna aktif setiap bulan. Jauh lebih banyak dari total penduduk Indonesia.
Di bawah komando Zuck, Facebook juga sukses secara bisnis, dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 212 miliar. Mereka melakukan aksi akuisisi perusahaan start up terkenal, semacam WhatsApp, Instagram sampai Oculus.
Zuckerberg pun termasuk miliarder termuda di dunia, dengan kekayaan terakhir di kisaran USD 35,1 miliar. Ia dikenal dengan penampilan khasnya yang sederhana, berkaos oblong dan berjaket model hoodie. Sebuah ciri khas yang melekat di sosok Zuck, sama seperti Steve Jobs yang suka memakai busana sama di setiap penampilannya.
Zuckerberg lahir 14 Mei 1984. Dia dibesarkan di Dobbs Ferry, New York. Pemuda berambut ikal ini memiliki tiga saudara. Ayahnya seorang dokter gigi dan sang ibu berprofesi sebagai psikiater.
Usia 11 tahun, Zuckerberg kecil mulai menulis pemrograman komputer. Dia memang dikenal sebagai anak cerdas dan masuk sekolah prestisius Philips Exeter Academy. Ia kuliah di salah satu universitas paling bergengsi di dunia, Harvard University.
Cikal bakal Facebook pun muncul. Zuckerberg meluncurkan Thefacebook.com dari kamar asramanya di Harvard, pada bulan Februari 2004. Ia menciptakannya bersama Dustin Mozkovitz, Chris Hughes, dan Eduardo Saverin.
Namun memang awal pendirian Facebook tidak berjalan mulus. Zuckerberg dituduh mencuri ide pembuatannya dari teman kuliahnya. Di tahun 2008, Facebook sepakat membayar saudara kembar Winklevoss dan Divya Narendra sebanyak USD 65 juta untuk penyelesaian kasus pencurian ide tersebut.
Zuckerberg memutuskan drop out dari Harvard di bulan Mei 2004 untuk fokus mengembangkan Facebook di Silicon Valley, wilayah pusat teknologi di Amerika Serikat. Dia menerima pendanaan besar pertamanya sebanyak USD 500 ribu dari pendiri PayPal, Peter Thiel.
Kemudian dia menerima pendanaan USD 13 juta tahun berikutnya dari Aceel Partners. Pertumbuhan Facebook pun tidak terbendung. Dari 50 juta anggota di tahun 2008 menjadi 845 juta pada tahun ini.
Saat membangun Facebook, Zuckerberg berpacaran dengan wanita bernama Priscilla Chan. Kini mereka sudah menikah.
Resep Sukses
Keyakinan diri yang sangat besar serta sifat positif membuat Zuckerberg mampu membangun Facebook dari nol. "Zuckerberg punya keyakinan luar biasa bahwa dia mampu membuat impiannya jadi kenyataan," kata David Kirkpatrick, penulis buku The Facebook Effect: The Inside Story of the Company That is Connecting the World.
Kontras dengan citranya yang terlihat arogan di film The Social Network, Zuckerberg sesungguhnya tidak demikian. "Dia hanya seseorang yang sangat percaya diri," ucap David.
"Zuckerberg dulu berada dalam posisi di mana tiap orang di sekitarnya mengatakan dia akan gagal dan apa yang ingin dicapainya terlampau tinggi," kata Kirkpatrick. Zuckerberg memang punya impian besar suatu saat Facebook akan digandrungi banyak orang.
Kala membangun Facebook, uang juga bukan tujuan utama Zuckerberg. Dia mengikuti passionnya. Dia sangat bahagia mengoprek Facebook dan menciptakan cara baru untuk membantu orang terkoneksi.
Kesuksesan finansial mungkin akan mengikuti jika seseorang melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan gembira. "Baginya ini bukan tentang uang. Jika Zuckerberg membuat Facebook untuk uang, dia pasti sudah menjualnya beberapa tahun lampau," pungkas Kirkpatrick.
Banyak kata-kata inspiratif yang dilontarkan Zuckerberg. "Risiko terebear adalah tidak mengambil risiko sama sekali. Di sebuah dunia yang berubah begitu cepatnya, strategi yang menggaransi kegagalan adalah tidak mengambil risiko," katanya suatu ketika.
"Tujuanku tidak pernah hanya menciptakan sebuah perusahaan. Banyak orang salah paham soal itu, mengira kalau aku tak peduli pada pendapatan atau profit. Maksud tidak hanya perusahaan adalah membangun sesuatu yang sungguh membuat perubahan besar di dunia," katanya.
Sosok Dermawan
Sama seperti Bill Gates, Zuckerberg dikenal sebagai miliarder dermawan. Menurut penelitian Chronicle of Philantropy pada tahun 2013 misalnya, Zuckerberg menyumbangkan uang senilai USD 990 juta untuk lembaga amal Silicon Valley Community Foundation.
Jumlah sumbangan sebanyak itu membuat Zuckerberg menjadi yang paling dermawan di antara para miliarder Amerika Serikat sepanjang tahun 2013.
Pada Desember 2010, Zuckerberg bersama miliarder Bill Gates dan Warren Buffet, memang telah menandatangani deklarasi Giving Pledge, untuk menyumbangkan sedikitnya separuh kekayaan pada kemanusiaan.
Awal tahun ini, Zuckerberg bersama istrinya Priscilla Chan juga menyumbang uang senilai USD 75 juta atau di kisaran Rp 950 miliar untuk rumah sakit San Francisco General Hospital. Disebut-sebut, jumlah tersebut adalah sumbangan terbesar dari seorang individu ke rumah sakit di Amerika Serikat. (fyk/fyk)