Bain adalah sosok yang difavoritkan oleh banyak pengiklan, analis, maupun investor. Menurut mereka, Bain berada di posisi tepat untuk posisi tersebut. Bukan Jack Dorsey, yang saat ini menjadi CEO sementara Twitter.
Sebelum bergabung ke Twitter pada tahun 2010, Bain adalah presiden dari Fox Audience Network. Di sana ia bertugas untuk memonetisasi bermacam platform yang dimiliki oleh perusahaan itu.
Kemudian di Twitter ia punya tugas yang hampir sama, yaitu mengembangkan platform iklan di jejaring media sosial 140 karakter tersebut. Hubungan baik Bain dengan para pengiklan pun merupakan aset paling penting dari pria berusia 40 tahun ini.
Jika pun nantinya Bain benar-benar jadi CEO Twitter, ia harus siap-siap memikul tugas berat. Pasalnya, sejak memulai debutnya sebagai perusahaan terbuka pada tahun 2013 lalu, Twitter belum mampu memenuhi ekspektasi lantai bursa.
Bahkan Costolo terpaksa mundur dari posisi CEO itu karena ditekan dari sana-sini, termasuk oleh para investor, karena pertumbuhan bisnis Twitter yang lambat.
Jadi sepertinya peningkatan nilai saham bakal jadi salah satu target yang juga harus dipenuhi CEO Twitter nantinya, selain juga harus tetap mengejar target jumlah pengguna dan pendapatan, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Senin (15/6/2015).
(asj/ash)