Menurut Dennis Adhiswara, konten itu lebih penting ketimbang memaksakan penggunaan bahasa Inggris dalam video online. Jadi, menurutnya, penggunaan bahasa Inggris dalam video online itu tak diperlukan.
"Pengguna internet di Indonesia mencapai 80 juta orang. 10 persennya penonton video online. Jadi pakai bahasa Indonesia juga tidak masalah," tegas CEO Layaria, dalam workshop video d'Preneur yang menjadi rangkaian acara d'Preneur Spesial Surabaya, Minggu (14/6/2015).
Ia juga menceritakan bahwa orang yang kerap mengikuti workshop video online belum tentu berani dalam membuat video sendiri. Banyak yang kebingungan saat pertama kali mencoba.
Hal tersebut terungkap kala Dennis menanyakan ke peserta workshop video d'Preneur yang berlangsung di Dynadra Convention Center, Surabaya. Pria berkacamata ini cukup memakluminya karena hal tersebut sudah sering terjadi. "Banyak yang terbentur bagaimana cara memulai. Alhasil urung membuat video," ujar Dennis.
Hal tersebut diamini Eno Bening. Seleb Youtube ini mengatakan banyak yang kebingungan bagaimana memulai membuat video online. Padahal menurutnya, yang terbaik adalah kesederhanaan. "Tidak perlu mikirin editing atau efek-efek yang digunakan. Buat yang cerita menarik atau lucu pasti banyak yang nonton," ujarnya ke audience.
(asj/asj)