"Baru sepekan di Bandung. Saya baru dua hari bergabung. Kemarin online 24 jam, tidak ada satu pun penumpang. Mbak penumpang pertama saya," ujar sopir Taksi Uber kepada detikcom yang menumpang mobil jenis minibus itu, Sabtu (6/6/2015).
Menurutnya penumpang di Bandung masih sepi karena masih banyak yang tidak mengetahuinya. "Mungkin kalau sudah tahu, nanti ramai. Mudah-mudahan bisa bersaing dengan taksi lainnya," katanya yang sebelumnya merupakan sopir travel.
Kini sudah ada 50 taksi Uber di Bandung. "Masih sedikit, nanti katanya mau ada 200 armada," ungkapnya. Jenis mobilnya minibus berbagai merek.
Untuk tahap awal, masih melayani penumpang pusat kota. "Ujung Berung belum ada, mungkin nanti ada sopir yang standby di sana. Tapi sementara pusat kota dulu," ujarnya saat ditanya mengapa tak ada armada di daerah Ujungberung.
Ia mengungkapkan para sopir diberikan briefing terlebih dahulu di salah satu hotel di Bandung. "Dikasih penjelasan soal aplikasi Uber dan bagaimana pelayanannya," ujarnya yang mengaku masih gaptek.
Dari pantauan detikcom di aplikasi Uber, memang armada Taksi Uber berkumpul di pusat kota, sekitar Gedung Sate. Di kawasan Bandung pinggiran, tidak ditemukan armadanya.
(err/yud)