Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ambulans Pintar Berpacu dengan Waktu Selamatkan Nyawa

Ambulans Pintar Berpacu dengan Waktu Selamatkan Nyawa


Adi Fida Rahman - detikInet

Achmad Sofwan (adi/detikINET)
Bandung - Kehadiran teknologi tidak hanya memudahkan pekerjaan. Tapi lebih dari itu, teknologi bahkan mampu menyelamatkan nyawa manusia. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Fujitsu Media Gathering 2015 yang berlangsung di Bandung.

"Teknologi Informasi (TI) harus membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Saat ini peran TI sudah semakin advance hingga membantu nyawa manusia," ujar Achmad S. Sofwan, Managing Director Fujitsu Indonesia.

Bagaimana bisa TI membantu nyawa manusia? Achmad Sofwan memaparkan, di Jepang, mobil ambulans sudah terintegrasi dengan sistem smart city. Jadi ketika mobil tersebut membawa pasien kritis. Seketika sistem TI akan memberikan jalur yang singkat pada mobil ambulans agar cepat sampai di rumah sakit terdekat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesampainya di rumah sakit, pasien pun dapat langsung ditangani. Karena semua data kesehatan sudah diterima pihak rumah sakit bahkan sebelum pasien tersebut tiba.

"Bagi pasien kritis, setiap detik itu sangatlah berharga. TI bikin orang cepat dapat dibantu mulai perjalanan dari rumah hingga penanganan di rumah sakit," kata orang nomor satu di Fujitsu Indonesia ini.

Integrasi TI dengan dunia kesehatan telah terimplementasikan sangat baik di Jepang dan Korea Selatan. Fujitsu tengah bersiap mengaplikasikannya di Indonesia. Saat ini vendor asal Jepang tersebut sedang melakukan pendekatan ke sejumlah pihak, mulai dari pemerintah hingga rumah sakit.

Achmad belum bisa menargetkan kapan implementasi teknologi health care ini dapat diterapkan di Indonesia. Pasalnya membutuhkan waktu karena terkait dengan banyak pihak. "Penerapannya harus mengordinasikan ke banyak pihak, mulai dari rumah sakit hingga dinas perhubungan," ujarnya.

Sembari proses tersebut berjalan, Fujitsu juga tengah menjajaki kerja sama dengan rumah sakit di Indonesia. Mereka ingin membuat rumah sakit di seluruh tanah air bisa saling berkolaborasi sehingga pasien mendapat pelayanan yang lebih baik.



Fujitsu akan membuat sebuah solusi bernama Human Centeric Intelligent Society. Solusi ini akan mengintegrasikan rumah sakit sedemikian rupa. Sehingga antara rumah sakit dapat dengan cepat, efektif dan murah untuk sharing informasi kesehatan pasien.

"Contoh kasus, misalnya pada bulan Maret lalu pasien berobat ke rumah sakit A. Lalu karena tengah berkunjung ke Bandung dan sakit, kemudian harus dirawat di rumah sakit B. Nah, rumah sakit B tidak susah mendapatkan medical record. Pasien pun tidak perlu menunggu lama untuk dilakukan perawatan," jelas Made Sudharma, Country Head Application Services Fujitsu Indonesia.

Sebagai pilot project, Fujitsu akan mengaplikasikan Human Centeric Intelligent Society di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Ini menjadi bagian kesepakatan G2G (goverment to goverment) antara pemerintah Jepang dan Indonesia.

"Semoga tahun ini bisa dikerjakan. Soal budget, karena ini funding, jadi sudah ready. Tinggal masterplan-nya saja. Bila sudah disepakati, kita tinggal eksekusi," ujar Made.

"Bila pilot project ini berjalan dengan baik. Impian kami menerapkan di lebih banyak rumah sakit di Indonesia," pungkasnya.

(ash/ash)







Hide Ads