Dilansir Tech Crunch, Selasa (26/5/2015), ini pertama kalinya Instagram mengirimkan email notifikasi yang bertujuan membuat penggunanya tetap update tentang apa yang terjadi di jejaring sosial berbagi foto tersebut.
Namun apa yang dilakukan Instagram bukan sesuatu yang baru. Seperti aplikasi media sosial lainnya, Instagram ingin 300 juta penggunanya menjadi sasaran monetisasi.
Highlight ujung-ujungnya akan mendorong pengguna melihat lebih banyak iklan. Ketika penggunanya semakin aktif bermain Instagram, layanan berbagi foto ini akan menghasilkan lebih banyak klik pada iklan yang pada akhirnya menyumbang pendapatan, termasuk ke kantong Facebook sebagai pemiliknya.
Bagi sebagian pengguna,langkah ini mungkin akan mengganggu. Apalagi tidak ada pengaturan untuk mengontrolnya. Pengguna tidak bisa melakukan unsubscribe jika tidak mau diganggu dengan email semacam ini.
Twitter dan Facebook sebelumnya sudah lebih dulu memanfaatkan fitur ini. Melalui notifikasi email, mereka memberitahukan postingan yang sedang populer yang mungkin terlewat oleh si pengguna.
(Rachmatunisa/Ardhi Suryadhi)