Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Eksekusi Gembong Narkoba Picu Debat Panas Netizen

Eksekusi Gembong Narkoba Picu Debat Panas Netizen


- detikInet

Surat kabar di Filipina (gettyimages)
Jakarta -

Eksekusi mati beberapa gembong narkoba yang baru saja dilakukan di Indonesia mendapat perhatian dari seluruh dunia. Di Inggris misalnya, eksekusi tersebut memicu debat panas di dunia maya.

Edisi online media terbesar di negeri kerajaan itu, Daily Mail, menurunkan berita dan banyak foto soal eksekusi tersebut. Dan di kolom komentar, perdebatan panas pun terjadi melibatkan pembaca dari berbagai negara. Cukup banyak yang mendukung aksi pemerintah Indonesia.

"Aku secara pribadi akan membunuh siapapun yang memberikan narkoba ke anak-anakku. Apakah hidup anakku tak lebih penting daripada mereka yang dieksekusi bagi keluarga mereka? Adiksi narkoba itu sangat buruk, merusak siapapun," tulis sebuah komentar dari Manchester.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepertinya tidak ada banyak simpati pada kehidupan banyak orang yang rusak karena penyelundupan narkoba, atau pada keluarganya. Ada cukup banyak tanda di bandara Indonesia, tentang konsekuensi penyelundupan narkoba, tapi mereka mengabaikannya," tulis Ken yang mengaku dari Brisbane, Australia.

Sebuah komentar dari Quennsland, Australia juga mendukung eksekusi mati pada gembong narkoba ini. Menurutnya, para tersangka seharusnya sudah tahu konsekuensi menyebarkan narkoba di Indonesia, tapi mereka memilih mengambil risiko.

"Simpati nol pada para tersangka. Tapi aku memang sedih melihat keluarganya. Orang harus tahu bahwa mereka memilih takdir dengan melakukan kriminalitas yang serius. Setelah bergabung di dunia narkoba, mereka sudah seperti meletakkan pistol di kepala mereka sendiri," tulisnya.

"Mereka tahu konsekuensinya terutama ketika menyelundupkan narkoba di sebuah negara di mana hukumannya adalah mati. Orang-orang ini bertanggung jawab pada kematian banyak anak muda. Coba pikirkan, jika anak Anda mati gara-gara narkoba yang mereka jual," tambahnya.

"Tiap hari, hampir empat orang Australia tewas karena overdosis. Aku bertanya-taya bagaimana sedihnya ibu mereka. Aku bertanya kenapa kita tak melihat apa perbuatan yang dilakukan para tersangka ini," tulis yang lain.

Tapi suara kontra tak kalah banyaknya. Terutama karena menilai para gembong narkoba itu mungkin sudah benar-benar bertobat.

"Sungguh menghancurkan hati. Keluarga dari sembilan orang yang dieksekusi itu harus hidup dengan penderitaan seumur hidupnya. Sama sekali tidak ada simpati pada mereka," tulis Joisno dari Sydney.

"Bagaimana bisa Anda memenjarakan orang selama sepuluh tahun, merehabilitasi mereka, tapi kemudian malah menembak mati mereka? Semua hal ini sungguh memuakkan," tulis Rufus dari London.

"Orang-orang itu jelas menunjukkan kalau mereka sudah berubah. Jika kita semua ditembak mati karena melakukan kesalahan ketika kita masih muda dan konyol, tidak ada banyak dari kita yang tersisa," tulis sebuah komentar dari Hobart, Australia.

(fyk/ash)







Hide Ads