Wanita berusia 65 tahun yang tinggal di Australia ini mengaku menghabiskan waktu setidaknya tiga jam mengakses media sosial dan berbagai aplikasi. Melalui Skype, dia bisa selalu berhubungan dengan suaminya yang bekerja di Amerika dan anak-anak serta cucunya yang tinggal di London, Inggris.
Nenek yang masih bekerja sebagai aktris ini juga menjaga hubungan baik dengan para kolega dan teman-temannya melalui Facebook dan Twitter. Selain itu, Fiz juga membaca semua berita melalui koran atau majalah online dan kerap iseng bermain game.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, dunia online kini menjadi bagian besar dalam kehidupannya. Ketika bangun tidur, dia akan langsung mengecek iPhone atau iPad-nya, memeriksa notifikasi yang masuk.
"Saya juga mengecek apakah ada teman yang memainkan game yang sama dengan saya. Baru kemudian saya bisa sarapan," ujarnya.
Fiz kemudian juga akan berbicara dengan agennya melalui Skype untuk mencari tahu apakah ada pekerjaan untuknya. Jika diminta tampil dalam sebuah pertunjukan teater, Fiz menyurvei bagaimana antusiasme penonton di Twitter dan Facebook.
Meski mengaku tak bisa lepas dari media sosial, namun dikatakannya hal ini berdampak bagus pada kehidupannya. Fiz tidak merasa hal ini sebagai gangguan.
"Aktivitas online membuat saya tetap muda, tetap berinteraksi dengan orang-orang yang lebih muda untuk tahu cara berpikir anak-anak zaman sekarang," ujarnya.
Fiz berharap akan ada lebih banyak orang seusianya tidak ragu dengan dunia online, terutama mengakses media sosial. Menurutnya, justru dunia online bisa membuka wawasan.
"Orang-orang seumur saya tidak perlu takut berjejaring sosial. Karena kalau mereka takut, mereka akan mengisolasi diri sendiri dari hal-hal menakjubkan yang terjadi di luar sana," tutupnya.
(rns/ash)