Rencana Google untuk membangun kantor anyar di Boulder, Colorado, Amerika Serikat diprotes warga kota tersebut. Menurut warga, pembangunan kantor anyar itu akan membuat nasib warga lokal semakin memprihatinkan.
Kantor anyar tersebut akan berdiri di atas tanah seluas 1,6 hektar, dan terdiri dari tiga buah bangunan empat lantai, termasuk tempat olahraga, kafetaria, serta tempat parkir bawah tanah.
Dengan kantor baru itu, Google bisa meningkatkan jumlah pegawainya di Boulder dari 340 orang menjadi hampir 1.500 orang. Nah, peningkatan kapasitas pegawai inilah yang membuat warga sekitar menjadi khawatir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga akan terus meningkat. Sementara kami terus menjadi tak akan mampu menjangkaunya dengan penghasilan kelas rendah ataupun menengah, ujar Suzanne Jones, anggota dewan perwakilan kota, seperti yang dilansir Business Insider, Jumat (2/1/2015).
Untuk sementara, para Googler -- sebutan untuk karyawan Google -- mungkin akan tinggal dalam apartemen yang terletak di dekat kantor. Namun lama kelamaan, mereka akan mencari rumah yang terletak di area sekitar.
"Dari 1500 karyawan dan keluarganya, tentu banyak yang tak mau tinggal di komplek apartemen terdekat. Dengan gaji yang besar, mereka tentu ingin tinggal di rumah dengan halaman," tulis Judy Amabile, warga Boulder, dalam surat pembacanya di sebuah koran lokal.
Dan itu tentu akan membuat harga rumah di Boulder menjadi sangat tinggi. Hal ini sebelumnya sudah terjadi di Silicon Valley dan San Francisco, tempat di mana banyak perusahaan-perusahaan teknologi berada.
Namun menurut Scott Green, site director untuk Google Boulder, proyek kantor baru ini sangatlah penting. Dan menurutnya, kantor anyar ini akan menambah jumlah pekerja yang bisa direkrut dari Universitas Colorado.
"Ini adalah proyek penting, dan sangat besar. Mereka terus berkembang, dan diam saja benar-benar bukanlah sebuah opsi. Kami tumbuh cukup cepat, dan berharap bisa terus tumbuh," ujar Green.
(asj/ash)