Pornografi tak bisa dipungkiri menjadi salah satu konten terlaris di internet. Mau dilarang dan diblokir dengan cara apapun, tetap saja ada orang yang menemukan cara untuk mengaksesnya.
Akses konten porno ini pun ternyata tak hanya tinggi melalui perangkat desktop, namun juga lewat smartphone ataupun tablet. Menurut pengakuan mantan direktur Indosat, Guntur Siboro, situs porno tercatat paling banyak diakses setelah situs berita detikcom.
"Daripada operator repot-repot pakai blokir-blokir segala, seharusnya akses konten porno dibiarkan saja. Tapi kita bikin tarif khusus, Rp 100 ribu per kbps, misalnya. Nanti mereka akan kapok sendiri karena kemahalan dan pulsa jadi cepat habis," saran Guntur di Balai Kartini, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sulitnya membendung pornografi bisa dilihat dari banyak contoh. Salah satunya dalam kasus terbaru dimana Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) merasa kecolongan saat tahu domain .id dimemanfaatkan untuk jualan pornografi.
(rou/rou)