Belajar Langsung dari Animator Transformers di Bengkel Animasi

BIAF 2014

Belajar Langsung dari Animator Transformers di Bengkel Animasi

- detikInet
Minggu, 30 Nov 2014 15:37 WIB
Ronny Gani (rns/detikINET)
Cimahi - Sukses ikut menggarap film kaliber Hollywood Pacific Rim dan Transformers: Age of Extinction, Ronny Gani ingin berbagi ilmunya ke animator Tanah Air melalui 'Bengkel Animasi'.

"Dalam proses karir ini I have to do something. Saya harus bantu orang-orang yang sedang merintis karir di bidang animasi dengan apa yang saya punya. Saya ingin kasih isi kepala ini, how to make a good animation," kata Ronny.

Berbicara di salah satu sesi talkshow Baros International Animation Festival (BIAF) 2014 di Cimahi, animator yang juga ikut menggarap film The Avengers dan Noah ini mengatakan dirinya membuka diri bagi siapa saja yang mau belajar dengannya. Cara online menurutnya adalah yang paling efektif.

"Approach me, kita gak ada keterbatasan waktu dan tempat karena ini kan online. Yang pasti saya melakukan ini in my spare time. Di Bengkel Animasi ini peserta bisa buat portfolio yang bisa dipakai untuk melamar pekerjaan," ujar Ronny memperkenalkan sekolah onlinenya tersebut.

Didirikan awal 2014, pria yang saat ini berdomisili di Singapura tersebut mengatakan, Bengkel Animasi merupakan inisiatifnya membuat kursus online yang spesifik mengajarkan animasi karakter.

Dikatakannya, di Indonesia saat ini masih belum begitu banyak institusi yang menawarkan jurusan animasi secara spesifik. Penyediaan fasilitas dalam bidang animasi juga masih sangat minim. Inilah yang mendorongnya membuka Bengkel Animasi.

Sekolah animasi online milik Ronny terbilang berbiaya murah. Setiap level short course berbiaya Rp 750 ribu untuk satu bulan. Seperti diketahui, biaya kursus animasi umumnya bisa berbanderol Rp 1 juta - Rp 7 juta.

"Malah semula saya berpikir ingin digratiskan saja. Tapi ini perlu untuk menjaga komitmen mereka. Karena ada yang cuma semangat di awal. Dengan begini saya tidak membuang waktu saya, demikian juga mereka. Kalau sudah bayar kan akan ada tanggung jawab," paparnya.

Dikatakannya, dalam satu kali pembukaan pendaftaran Ronny akan mengambil maksimal empat orang untuk menjadi muridnya. Jumlah murid dibatasi, agar semuanya ditangani maksimal oleh Ronny sekaligus tidak mengganggu pekerjaannya.

"Saya akan minta mereka kasih sample karya untuk ditentukan dia masuk level mana. Setiap minggu ada sesi kelas, sesi conference, mereka dikasih materi dan tugas lalu dinilai, ada revisi suruh perbaiki terus supaya optimal," lanjutnya.

Bahkan dikatakan pria lulusan Arsitektur Universitas Indonesia ini, meski masa kursus sudah lewat, jika hasil peserta dinilainya belum memuaskan, Ronny akan terus mengejarnya agar diperbaiki.

"Saya akan minta mereka perbaiki terus, perbaiki lagi sampai hasilnya benar-benar optimal. Untuk membiasakan mata mereka melihat yang seperti ini loh standarnya," kisahnya.

Ronny mengatakan dunia animasi di Indonesia saat ini memperlihatkan banyak peningkatan dibandingkan beberapa tahun lalu, baik dari segi peminat maupun industrinya sendiri. Animasi saat ini tidak hanya sebagai hobi, tetapi sudah mulai banyak yang ingin berkarir di bidang ini.

Dia berharap, dengan membuka Bengkel Animasi bisa menjadi salah satu kontribusi kecilnya dalam penyediaan Sumber Daya Manusia di bidang animasi, sehingga nantinya akan ada lebih banyak animator bagus dari Indonesia.

(rns/ash)