Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Soal Vimeo, Netizen Jangan Cuma Jadi 'Tukang Cuci Piring'

Soal Vimeo, Netizen Jangan Cuma Jadi 'Tukang Cuci Piring'


- detikInet

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta -

Langkah Menkominfo Rudiantara untuk mengajak netizen dalam menangani pemblokiran Vimeo patut diapresiasi. Namun asal jangan cuma jadi 'tukang cuci piring'.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif ICT Watch Donny B.U., soal sikap menkominfo yang menyerahkan urusan Vimeo yang sudah terlanjur terblokir di Indonesia ke netizen.

Ia menjelaskan, jika itu sebagai pintu masuk untuk kerjasama multi stakeholder -- government, civil society, sektor privat, akademisi, teknis dan lainnya -- yang lebih inklusif dan setara dalam rangka mewujudkan tata kelola (konten) internet yang transparan dan akuntabel, maka perlu diapresiasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hanya saja, jika netizen hanya sebagai pihak yang 'cuci piring' atas kasus yang terjadi di jaman menteri sebelumnya, maka sangat disayangkan," ujar Donny.

"Siapa memulai, siapa yang mengakhiri?" tambahnya.

Sebab pada dasarnya, bukan tentang penanganan Vimeo, tapi tentang bagaimana kita bersama-sama mewujudkan pelibatan multi stakeholder dalam penyusunan tata kelola sebagai pondasi internet Indonesia yang lebih baik.

"Kata kuncinya, meaningful engagement alias pelibatan yang lebih bermakna," Donny menandaskan.

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara telah menunjuk perwakilan netizen untuk melanjutkan negosiasi pembukaan blokir Vimeo di Indonesia.

"Nanti Henry Kasyfi dari KlikIndonesia yang akan mewakili netizen untuk negosiasi dengan Vimeo. Karena mereka yang lebih mengerti teknisnya," kata RA, panggilan akrab Rudiantara.

Dalam video conference dengan CEO Vimeo Kerry Trainor di kantor Kementerian Kominfo, Selasa (11/11/2014), Menkominfo turut mengajak 25 netizen untuk bernegosiasi agar akses Vimeo yang tadinya diblokir bisa cepat dibuka.

"Tadi saya memang mendampingi Pak RA video conference dengan Vimeo. Namun, nanti negosiasi akan tetap dengan Kominfo walaupun saya akan bantu juga di sana," ujar Henry Kasyfi, Ketua Umum KlikIndonesia saat dihubungi terpisah.

Untuk teknis filtering konten pornografi di Vimeo, menurutnya ada dua penawaran yang diajukan. Pertama, filtering dengan nomor IP dari Indonesia khusus untuk konten yang sudah diberi rating 'mature'.

"Dalam hal ini mereka (Vimeo) yang melakukan filtering, kita akan berikan kepada mereka IP Address range-nya Indonesia," jelasnya.

Kedua, netizen akan meminta kepada Vimeo untuk meletakkan konten yang dirating 'mature' ke subdomain tertentu. Misalnya, mature.vimeo.com. "Dalam hal ini nanti kita yang lakukan filtering," lanjut Henry.

(ash/fyk)







Hide Ads