Sekander tidak benar-benar berharap emailnya dibalas oleh Costolo. Dia berpikir CEO layanan sebesar Twitter mungkin terlalu sibuk untuk menanggapi emailnya. Nyatanya, orang nomor satu di Twitter itu membalas Sekander karena menghargai masukannya.
"Apa yang Anda bicarakan saat ini sedang didiskusikan secara internal. Ini berkaitan dengan gagasan mengenai timeline berdasarkan topik seperti yang Anda inginkan. Ya, ini adalah kesempatan yang kami pahami dan pikirkan," balas Costolo dalam emailnya kepada Sekander, seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Senin (10/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fungsi ini selanjutnya memiliki sejumlah keterbatasan di Twitter. Namun layanan dengan logo burung biru ini berupaya mengembangkannya lebih lanjut, dengan membawa lebih banyak informasi yang diinginkan pengguna.
Ide Sekander selangkah lebih maju dengan memungkinkan pengguna hanya bisa melihat tweet seseorang yang mereka inginkan, berdasarkan topik yang diminati. Contohnya, mengenai pengintaian massal NSA.
Dengan fungsi ini, pengguna bisa hanya melihat tweet yang sesuai minat, bahkan ketika orang yang difollow sedang memposting hal lain. Namun belum diketahui kapan fungsi ini dirilis secara resmi. Costolo masih merahasiakannya.
(rns/rou)