Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
4 Kabinet 5 Menkominfo, Siapa Saja Mereka?

4 Kabinet 5 Menkominfo, Siapa Saja Mereka?


- detikInet

Gedung Kominfo (Kominfo.go.id)
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah beberapa kali berganti nama. Beberapa kali itu pula menteri yang memimpin kementerian ini berganti. Bahkan dalam satu periode pernah dijabat dua menteri berbeda

Departemen Penerangan (1945-1999) merupakan cikal bakal dari Kementerian Kominfo. Sebelumnya, lembaga ini juga pernah bernama Kementerian Negara Komunikasi dan Informasi (2001-2005), dan Departemen Komunikasi dan Informatika (2005-2009).

Mulai dari era Kabinet Gotong Royong di bawah Presiden Megawati Soekarnoputri, Kabinet Indonesia Bersatu jilid I dan II ala Presiden SBY sampai Kabinet Kerja di bawah komando Presiden Joko Widodo (Jokowi), sudah ada lima tokoh yang pernah memimpin Kominfo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siapa saja mereka? Berikut Menkominfo dari masa ke masa.

Gedung Kominfo (Kominfo.go.id)

1. Syamsul Mu'arif

Syamsul Mu'arif B.A. lahir di Kandangan, Hulu Sungai Selatan, 8 Desember 1948 – meninggal di Singapura, 3 April 2012 pada umur 63 tahun adalah Menteri Negara Komunikasi dan Informasi pada Kabinet Gotong Royong.

Menurut catatan Wikipedia, Syamsul menjabat Menkominfo sejak 9 Agustus 2001 dan lengser pada 20 Oktober 2004.

Syamsul punya riwayat panjang untuk urusan berorganisasi. Ia juga sangat aktif di dunia politik.

Beberapa jabatan strategis yang pernah dijabatnya adalah:Β 

-. Ketua HMI Cabang Kandangan
-. Ketua Pengurus Daerah PII Kabupaten Kandangan
-. Ketua Umum Dema IAIN Antasari Banjarmasin (1975-1977)
-. Ketua Umum Badko HMI Kalimantan (1977-1979)
-. Ketua KNPI Kalimantan Selatan (1982-1985)
-. Ketua AMPI Kalimantan Selatan (1985-1989)
-. Anggota DPRD (1982-1987)
-. Anggota DPR (1987-2001)
-. Ketua Fraksi Partai Golkar DPR-RI (1999-2001)
-. Wakil Sekjen DPP Golkar (1998-2004)
-. Menteri Negara Komunikasi dan Informasi (2000-2004)
-. Ketua DPP Partai Golkar (2004-2009)
-. Ketua Umum SOKSI (2005-2010)
-. Anggota Dewan Pertimbangan (Wantim) DPP Partai Golkar (2009-2012)
-. Sekjen Nasdem (2010-2012)

2. Sofyan A. Djalil

Dr. Sofyan A. Djalil, SH, MA, MALD lahir di Aceh, 23 September 1953. Ia bisa dibilang sebagai langganan menteri. Pasalnya, sudah tiga kali mengisi kursi menteri yang berbeda.
Β 
Pada Oktober 2004 hingga Mei 2007, Sofyan ditunjuk sebagai Menkominfo. Tak sampai selesai memang, ia menjabat posisi itu cuma tiga tahun. Sebab setelah itu, ia digeser Presiden SBY untuk menduduki kursi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu I.

Kini Sofyan kembali dipercaya Presiden Jokowi sebagai Menko Bidang Perekonomian di Kabinet Kerja.

Pengalaman karir Sofyan sudah berderet panjang. Ia pernah dipercaya sebagai tim mediasi perundingan pemerintah RI dan GAM di Helsinki, Finlandia, (2004-2005), Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Bursa Efek Jakarta (Maret 1998-Juni 1998), Komisaris, PLN (1999-2002), konsultan di berbagai tempat, anggota Badan Arbitrasi Pasar Modal Indonesia (BAPMI), dosen dan masih banyak lagi.

Sofyan merupakan lulusan dari:
-. Sarjana Hukum (SH), Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, bidang studi Hukum Bisnis, tahun 1984.
-. Master of Arts (M.A.), The Graduate School of Arts and Sciences, Tufts University, Medford, Massachusetts, Amerika Serikat, bidang studi Public Policy, tahun 1989.
-. Master of Arts in Law and Diplomacy (M.A.L.D.), The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Medford, Massachusetts, AS, bidang studi International Economic Relation, tahun 1991.
-. Doctor of Philosophy (Ph.D), The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Medford, Massachusetts, AS, bidang studi International Financial and Capital Market Law and Policy, tahun 1993.

3. Mohammad Nuh

Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA juga tak lama menjabat sebagai menkominfo. Ia dipilih pada Kabinet Indonesia Bersatu I mulai 9 Mei 2007 sampai 22 Oktober 2009, menggantikan Sofyan Djalil.

Nuh lahir di Surabaya, Jawa Timur, 17 Juni 1959.Β  Di Kabinet Indonesia Bersatu II, Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini juga ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan Nasional.

Nuh memang begitu dekat dengan dunia pendidikan. Ia mengawali karier sebagai dosen Teknik Elektro ITS pada tahun 1984 dan kemudian mendapat beasiswa menempuh magister di Universite Science et Technique du Languedoc (USTL) Montpellier, Perancis. Mohammad Nuh juga melanjutkan studi S3 di universitas tersebut.

Pada tahun 1997, Mohammad Nuh diangkat menjadi direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS. Berkat kepemimpinannya, PENS menjadi rekanan tepercaya Japan Industrial Cooperation Agency (JICA) sejak tahun 1990.

Pada tanggal 15 Februari 2003, Mohammad Nuh dikukuhkan sebagai rektor ITS. Pada tahun yang sama, Nuh dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) bidang ilmu Digital Control System dengan spesialisasi Sistem Rekayasa Biomedika. Ia adalah rektor termuda dalam sejarah ITS, yakni berusia 42 tahun saat menjabat.

Nuh tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur, Pengurus PCNU Surabaya, Sekretaris Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya, Anggota Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, serta Ketua Yayasan Pendidikan Al Islah Surabaya.

4. Tifatul Sembiring

Ir. H. Tifatul Sembiring lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 28 September 1961. Ia lebih dikenal adalah politikus Indonesia dari Partai Keadilan Sejahtera.

Tifatul menduduki kursi menkominfo mulai 22 Oktober hingga 30 September 2014. Periode kepemimpinan Tifatul di Kominfo tak sampai selesai, lantaran yang bersangkutan mengundurkan diri untuk lebih memilih dilantik sebagai anggota DPR RI 2014-2019.

Tifatul Sembiring merupakan insinyur komputer lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STI&K) Jakarta. Sebelum terjun dalam politik praktis, ia pernah berkarier di PT PLN (persero) dalam bidang telekomunikasi dan pemrosesan data.

Ia juga pernah menjadi aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) semasa mudanya, kemudian menjadi Dewan Pertimbangan Pusat Perhimpunan Keluarga Besar PII 2008-2011.

Selama Tifatul mundur, Kominfo dipimpin sejenak oleh Djoko Suyanto yang merangkap jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam).

5. Rudiantara

Nah, inilah menkominfo baru yang dipercaya Presiden Jokowi untuk memajukan industri ICT Indonesia di jajaran Kabinet Kerja.

RA -- sapaan akrab Rudiantara -- selama ini dikenal lebih kental menguasai bidang ICT khususnya di industri telekomunikasi setelah lama malang melintang berkarir di Indosat, Telkomsel, XL Axiata, dan Telkom.

Meski selain itu, ia pun sempat meniti karir di industri listrik, semen, kereta api, hingga akhirnya balik lagi ke industri telekomunikasi.

Dalam memperkenalkan 34 menterinya, Jokowi menyebut secara gamblang jika Rudiantara berasal dari kalangan profesional.

"(Rudiantara) seorang CEO dan profesional, serta telah memajukan industri telekomunikasi publik," kata Jokowi saat memperkenalkan Rudiantara di Istana Negara, Minggu (26/10/2014).

Β 

(ash/tyo)







Hide Ads
LIVE