Sebagai informasi, Koprol memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dan berbagi informasi, termasuk foto dan resensi melalui perangkat seluler mereka.
Saat menggunakan Koprol, pengguna dapat check-in ke lokasi dimana mereka berada dan melihat orang lain, serta apa yang mereka lakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari itu, Koprol adalah salah satu startup lokal yang berhasil dilirik perusahaan global.
"Kesuksesan mereka (koprol-red) adalah kesuksesan Yahoo. Kita kini menjadi satu keluarga," kata Yvonne Chang, VP serta Managing Director Yahoo Asia Tenggara, saat mengumumkan akuisisi tahun 2010, yang sayangnya tak disebutkan berapa nilai akuisisinya.
Setelah akuisisi itu, co-founder Koprol Satya Witoelar mulai memetakan ekspansi Koprol ke luar negeri. Sebagai pijakan awal, dipilihlah kawasan Asia Tenggara. Fillipina yang disasar sebagai negara pertama.
Berbagai langkah diambil, selain menambahkan berbagai fitur yang lebih friendly, Koprol juga membuat lebih dekat dengan pengguna lokalnya melalui pilihan bahasa setempat. Saat itu impian Koprol sebagai aplikasi lokal yang terkenal di luar negeri terasa tinggal menunggu waktu.
Namun nasib berkata lain, pada tahun 2012, Yahoo mengalami masalah keuangan. Akibatnya terjadi pengurangan jumlah karyawan Yahoo di seluruh dunia, termasuk bagi 29 orang developer Yahoo Indonesia kena imbasnya.
Pasca pengumuman tersebut, nasib layanan Koprol pun masih belum jelas masa depannya.
"Iya, akibat pengumuman lay off 2.000 karyawan Yahoo itu, 29 engineering kami terkena imbasnya. Sehingga kami belum bisa mengetahui bagaimana nasib Koprol dalam waktu dekat. Setidaknya, dalam 1 sampai 2 minggu ke depan," terang co-founder Koprol Satya Witoelar kepada detikINET, waktu itu.
Dari 29 developer yang dirumahkan tersebut, tidak hanya fokus untuk menggarap Koprol, namun juga untuk mengerjakan aplikasi Yahoo yang lainnya.
Sebagai salah satu pendiri layanan jejaring sosial berbasis lokasi ini, Satya tentu harus menerima keputusan pahit tersebut. Terlebih yang sangat disesalkan, timnya sedang semangat-semangatnya mengerjakan versi terbaru dari Koprol.
"Sebelum pengumuman itu terjadi, kita sedang menggarap versi terbaru dari Koprol agar lebih user friendly. Tapi ini sudah menjadi keputusan manajemen yang baru," tandasnya.
Satya tentu saja awalnya masih berharap Koprol dapat bertahan dan eksis di Tanah Air. Walaupun dalam beberapa waktu belakangan jumlah penggunanya mengalami pertumbuhan yang tidak terlalu signifikan.
Harapan tinggal harapan, nasib Koprol pasca diakuisisi oleh Yahoo ternyata tak bertahan lama. Media sosial berbasis lokasi buatan lokal tersebut akhirnya ditutup.
"Setelah melakukan kajian pada portfolio Koprol, Yahoo memutuskan untuk memberhentikan produk tersebut terhitung 28 Agustus 2012," kata Yahoo dalam keterangan resminya.
Yahoo mengatakan, dimatikannya Koprol bukan tanpa alasan. Namun sejalan dengan fokus Yahoo untuk secara cepat berinovasi dengan produk dan properti miliknya.
Dimana setelah dievaluasi, Koprol tidak dianggap memiliki posisi yang terlalu kuat dalam mendorong pendapatan sehingga harus dimatikan.
Ya, itulah cerita Koprol, yang awalnya berharap untuk dapat koprol ke pasar global setelah dibeli Yahoo. Namun yang terjadi malah terjungkal ke belakang hingga dimatikan oleh pemilik barunya tersebut.
Pun demikian, kita tentu berharap dapat muncul Koprol-koprol baru yang juga dapat diperhitungkan oleh raksasa internet dunia. Tetapi bukan berarti dibeli untuk kemudian dimatikan tentunya.
(tyo/ash)