Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Indonesia Harus Benahi Keamanan Internet!

Indonesia Harus Benahi Keamanan Internet!


- detikInet

Istanbul - Seiring kian signifikannya penggunaan internet untuk berbagai transaksi ekonomi dan pemerintah, Indonesia didesak agar segera fokus pada persiapan dan penanganan keamanan infrastruktur internet.

Hal itu disampaikan langsung oleh orang paling berpengaruh di Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN). Pernyataan ini menunjukkan betapa posisi Indonesia cukup penting dalam konteks tata kelola Internet di kawasan regional, bahkan global.

"Indonesia memiliki pengaruh yang penting dalam tata kelola Internet global," demikian ditegaskan Fadi Chehade, President & CEO ICANN, saat ditemui rombongan Indonesia di sela pelaksanaan Global IGF 2014 di Istanbul, Turki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan antara ICANN dengan delegasi Indonesia Internet Governance Forum (ID-IGF) yang turut dihadiri pula oleh Menkominfo Tifatul Sembiring, Fadi menyampaikan pujian sekaligus dukungannya atas upaya Indonesia mendorong dialog multi-stakeholder di dalam ID-IGF demi tata kelola Internet nasional yang lebih baik.

"ICANN akan terus menjalin persahabatan dengan Indonesia. Indonesia, dengan melakukan dialog multi-stakeholder, adalah bentuk dari pikiran yang terbuka," tegas Fadi.

Fadi pun menambahkan bahwa hal yang perlu diperhatikan oleh Indonesia kedepannya, terkait dengan tata kelola Internet, adalah pada aspek keamanan infrastrukturnya.

"Ketika peran dan posisi Indonesia di Internet global semakin penting, seiring dengan semakin signifikannya penggunaan Internet untuk berbagai transaksi ekonomi dan pemerintah, maka Indonesia perlu segera fokus pada persiapan dan penanganan keamanan infrastruktur Internet-nya," pinta Fadi.

Dalam kesempatan terpisah, Ashwin Sasongko, dari ID-IGF yang juga tim pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DETIKNAS), menyepakati hal yang telah disampaikan Fadi tersebut.

"Keamanan infrastruktur memang perlu diperhatikan oleh seluruh pemangku kepentingan Internet di Indonesia. Nah sekarang bagaimana kemudian upaya keamanan tersebut bisa tetap mengedepankan potensi sumber daya dalam negeri," ujar Ashwin yang juga mantan Dirjen Aplikasi Telematika Kementerian Kominfo.

Menurut Ashwin, keamanan infrastruktur Internet tersebut, harus berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan masyarakat Indonesia.

"Apapun yang terjadi dengan perkembangan tata kelola Internet global, Indonesia harus mampu memberdayakan kemampuan sumber daya manusia maupun teknologinya untuk melakukan berbagai langkah antisipasi dan akselerasi," ujarnya.

Chair ID-IGF, yang juga Ketua Umum Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI), Andi Budimansyah, menambahkan, internet kini sudah mulai bersentuhan cukup erat dengan isu politik, kedaulatan, keamanan, yurisdiksi, dan ancaman fragmentasi internet.

"Apalagi Internet, yang pada awalnya adalah hanya digunakan oleh fully trusted people, kini telah mengalami perubahan drastis karena telah digunakan dalam berbagai aspek kehidupan manusia," tegasnya.

Juga dalam kesempatan terpisah, Wahyudi Djafar, salah satu delegasi Indonesia CSOs Network for Internet Governanve (ID-CONFIG) dari Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), mengingatkan bahwa setiap kebijakan terkait tata kelola Internet perlu secara serius mengimplementasikan hak asasi manusia sebagai landasannya.

"Dengan demikian, ada perlindungan memadai dan proporsional kepada pengguna dari ancaman pemidanaan yang mengekang kebebasan berpendapat dan berkespresi," tegasnya.

Dalam kesempatan pertemuan antara ICANN dengan delegasi Indonesia tersebut, Shita Laksmi dari Hivos Indonesia kemudian lebih lanjut memaparkan sejumlah program ID-IGF kedepannya.

"Tiga besar program yang menjadi prioritas kami kedepannya adalah peningkatan kapasitas dan pemahaman para pemangku kepentingan tentang tata kelola Internet, pelibatan semakin banyak pihak-pihak untuk melakukan diskusi yang berkualitas dan bermakna, serta penguatan institusi ID-IGF itu sendiri sebagai sebuah platform diskusi," papar Shita yang juga tergabung dalam ID-CONFIG dan ID-IGF tersebut.



(rou/rns)





Hide Ads