Kaum wanita mendominasi ranah jejaring sosial dan tak bisa lepas dari ponsel. Itu sebabnya, mereka menjadi 'sasaran empuk' brand dan para online marketer.
Di event Social Insight yang digelar Socialbakers, perusahaan analisa social media asal Republik Ceko, pakar marketing Hermawan Kartajaya memaparkan perilaku konsumen Indonesia.
"Kebanyakan orang Indonesia, 82,2% mengakses internet dari ponsel yang didominasi kaum wanita. Menariknya, para marketers harus tahu bahwa 78,3% wanita adalah CFO alias Chief Financial Officer keluarga. Mempengaruhi keputusan belanja produk," kata Hermawan di acara yang berlangsung di JS Luwansa, Kuningan, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Social brand adalah brand yang bisa bersosialisasi dengan customernya. Dia memahami peta pasar jejaring sosial seperti apa. Selain wanita, fokuskan market communication Anda pada anak-anak muda dan netizen," sarannya.
Dikatakan Hermawan, saat ini adalah eranya marketing 3.0, era yang mengharuskan brand mendekati calon konsumen secara lebih personal. Makna loyalitas konsumen pun berganti.
"Jika sudah sangat engaged, loyality itu naik ke tingkatan advocacy. Seperti relawan. Tanpa diminta, dia dengan senang hati mempromosikan dengan mengambil risiko. Temannya bisa saja membenci dia kalau yang direkomendasikan tidak bagus," ujarnya.
(rns/ash)