Meski jejaring sosial kian menjamur, dari perspesktif marketing dan advertising, Facebook sepertinya masih menjadi andalan sebuah brand ketika terjun ke social media, termasuk di Indonesia.
"Asia adalah pasar berkembang paling cepat untuk Facebook baik dalam hal pendapatan, pengguna aktif harian maupun pengguna aktif bulanan," kata Lukas Maixner, Co-Founder Socialbakers, perusahaan analisa social media asal Republik Ceko.
Saat ini, ada 2 miliar orang aktif berjejaring sosial di wilayah Asia Pasifik. Mengerucut pada Facebook, di wilayah ini pengguna aktif bulanan situs milik Mark Zuckerberg itu mencapai 410 juta pada kuartal 2 2014. Angka ini bertambah 40 juta dari kuartal 4 di tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukas memang tidak memaparkan data pasar Facebook di Indonesia secara rinci. Namun disebutkannya, ada 62 juta orang Indonesia aktif berjejaring sosial. Terang saja, mengingat Indonesia menjadi negara pengakses Facebook terbesar keempat di dunia dengan sekitar 50 juta orang.
Potensi ini pun dilirik brand dan para pengiklan. Tujuan mereka kini adalah masuk newsfeed pengguna jejaring sosial untuk menjangkau calon konsumen secara lebih personal.
"Brand dan para pengiklan bergerak ke social media, ke Facebook. Mereka berlomba mendekati konsumen. Bahan customer care brand, produk dan layanan jasa menjadi lebih social," papar Lukas saat media event Social Insight di JS Luwansa, Kuningan, Jakarta.
Dikatakannya, social media terus berkembang dan selalu ada platform baru. Sejauh ini Facebook memang paling banyak digunakan, namun penting juga untuk terus mengikuti perkembangan mengenai platform lain, karena kita tidak akan pernah tahu potensi di baliknya.
(rns/ash)