Adalah kelompok aktivis pembela buruh China Labour Watch yang menemukan pelanggaran ini, di pabrik pemasok Samsung yang berlokasi di Dongguan, Provinsi Guangdong, China. Akibatnya, Samsung mau tak mau ikut menjadi sorotan.
Seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (11/7/2014), menanggapi laporan tersebut, Samsung akan segera melakukan investigasi ke pabrik pemasok yang dimaksud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil investigasi mereka menemukan bahwa anak-anak usia sekolah yang bekerja di pabrik HEG Electronics -- nama perusahaan pemasok Samsung tersebut -- hanya digaji USD 1 per jam. Buruh HEG bekerja selama 11 jam sehari dan enam hari dalam sepekan.
Samsung segera mengaudit 105 pemasok yang meliputi lebih dari 65 ribu karyawan. Hasilnya, Samsung mengatakan tidak menemukan pekerja di bawah umur.
Namun diakui perusahaan asal Korea Selatan ini, investigasi yang dilakukan memang menemukan sejumlah praktik tidak memadai di pabrik-pabrik tersebut.
Perlakuan tersebut antara lain, jam bekerja yang melebihi ketentuan regulasi setempat, manajemen perusahaan pemasok yang memegang salinan kontrak si pekerja dan diberlakukannya sistem denda untuk keterlambatan atau absen.
(rns/ash)