Ketika Lisa lahir, Steve Jos masih terbilang sangat muda, 23 tahun. Gejolak jiwa mudanya yang masih kental mengalir, membuat dia mudah emosi dan gampang meledak. Sampai dia berpikir untuk meninggalkan Chriss-Ann Brennan, pacar sekaligus ibu dari Lisa.
Ya, saat itu Jobs muda mengelak untuk bertanggung jawab terhadap anak yang dikandung oleh Brennan. Menurutnya, 23% dari pria di Amerika Serikat (AS) bisa saja ayah dari yang dikandungnya, walaupun selama ini hanya Jobs yang tinggal serumah dengannya.
Brennan pun pada akhirnya mengalah. Dia bersama putrinya, harus mengungsi ke rumah yang buruk di Menlo Park. Sambil tetap terus menuntut pengakuan bagi Lisa sebagai anak Steve Jobs.
Pada akhirnya status Lisa diputuskan melalui uji DNA. Dan hasilnya, memang benar dia adalah anak kandung Steve Jobs si pendiri Apple.
Jobs boleh saja bersumpah bahwa saat itu ia mandul dan tidak mungkin menghamili Brannan, tapi pengadilan tetap memutukan bahwa Lisa adalah anaknya. Mulai dari situlah, Lisa menambahkan nama Jobs di bagian namanya.
Lisa mendapatkan pengakuan. Salah satu komputer Apple dinamai dari nama anak pertama Jobs. Walaupun dibantah oleh pihak Apple, yang menyebutnya sebagai akronim dari Local Integrated System Architecture.
Pada tahun 1986 atau ketika Lisa berumur 8 tahun, Lisa bertemu untuk pertama kalinya dengan Steve Jobs. Pertemuan antara anak dan Ayah ini berlangsung canggung.
Tahun-tahun selanjutnya, Lisa pun menjadi bagian dari keluarga Jobs. Saat remaja dia tinggal di rumah mewah Jobs.
Kendati menyandang nama besar bapaknya. Lisa memilih untuk tidak memanfaatkanya, bahkan dia memilih jalur lain yakni sebagai jurnalis. Dia pun lulus dari Universitas Harvard.
Di akhirnya hayatnya, Jobs mengatakan kepada Brennan ucapan terima kasih dan cinta yang telah dibagi di masa lalu. Termasuk sang buah hati, Lisa Brennan-Jobs.
(tyo/ash)