Di balik gaya tegasnya di atas panggung, Michael Dell ternyata punya sifat lain yang jarang disorot media. Dell disebut sangat paranoid bila anak-anaknya menjadi korban penculikan. Ini wajar, karena Alexa dan Zachary adalah anak dari pendiri perusahaan komputer terkemuka.
Apa yang dilakukan Michael Dell terhadap keluarga tercintanya ini sungguh luar biasa atau malah cenderung overprotective. Dilaporkan, Michael sampai merogoh kocek hingga USD 2,7 juta atau setara Rp 11,9 miliar untuk keamanan keluarganya.
Dengan angka sebesar itu, sebagian besar digunakan untuk menyewa bodyguard. Ya, seperti layaknya film-film di Hollywood, Alexa dan Zachary ke mana-mana harus tetap dalam pengawasan para bodyguard.
Cara perlindungan cenderung ketat yang dilakukan oleh Michael Dell ini bukannya tanpa alasan. Ini dikarenakan keduanya yang merupakan remaja tanggung, suka tidak sadar melakukan apa yang mereka lakukan.
Seperti yang dilakukan Alexa, putri pertamanya ini kecanduan jejaring sosial. Hampir semua media sosial, seperti Facebook, Twitter dan Tumblr diikuti oleh gadis berusia 20 tahun tersebut.
Memang tidak ada masalah, bila Alexa mengikuti jejaring sosial. Namun, yang jadi masalah adalah ia terkadang juga sering memposting informasi di mana ayahnya berada.
Terang saja tim sekuriti Michael kalang kabut mengingat dia termasuk salah satu orang terkaya sejagat dengan harta sekitar USD 15 miliar. Apalagi, ia memposting dengan menyertakan informasi sensitif.
Dalam salah satu postingan, dia menulis tentang di mana lokasi makan malam keluarganya untuk merayakan kelulusannya. Kemudian di Facebook, dia memposting foto ayahnya sedang berlibur.
Puncaknya, Alexa memposting foto adiknya Zachary di Instagram dan menjulukinya sebagai The Rich Kids. Foto itu menunjukkan Zachary sedang berada di pesawat jet dan makan santapan mahal.
Postingan itu agaknya membuat tim sekuriti Michael cemas kalau Zachary jadi sasaran kaum kriminal. Beberapa saat kemudian, akun Twitter Alexa lenyap.
Terkadang begitulah resiko menjadi salah satu anak pesohor. Segala tindak tanduknya ikut tersorot dan menimbulkan reaksi beragam, mulai dari yang baik sampai yang paling pahit.
(tyo/ash)