dr Aurthur Zilberstein dari Washington dituding melakukan sejumlah tindakan yang tidak profesional, antara lain berkirim SMS dan gambar mesum saat tengah terlibat dalam prosedur operasi. Salah satunya berkirim foto 'selfie' berwarna yang memperlihatkan alat kelaminnya.
Dalam berkas tuntutan hukum yang dilayangkan Medical Quality Assurance Commission pada tanggal 3 Juni 2014, dokter berusia 48 tahun itu dilaporkan berulang kali berkirim SMS dengan konten berbau seksual selama menjalankan tugasnya antara bulan April hingga Agustus 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pengacara Medical Quality Assurance Commission, Teresa Landreau, tuntutan ini didasarkan atas sejumlah laporan staf yang dirahasiakan identitasnya. Di laporan pertama dikatakan dr Zilberstein mengirim dua SMS berisi konten porno ketika seorang pasien anak yang ditanganinya tengah menjalani operasi pengangkatan usus buntu pada tanggal 26 Juni 2013.
Sedangkan di laporan kedua, dr Zilberstein juga dituduh berkirim SMS dengan kekasihnya saat terlibat dalam prosedur operasi yang dilangsungkan pada tanggal 24 Juli 2013. Bahkan sempat dikatakan bahwa SMS itu berisi ungkapan keinginan si dokter untuk melakukan hubungan intim dengan kekasihnya. Disusul 15 SMS lain yang berisi rencana si dokter untuk mengatur pertemuan rahasia dengan si kekasih di rumah sakit.
Belum berhenti sampai di sini, dr Zilberstein juga dilaporkan mengirim 45 SMS mesum di tanggal 6 Agustus 2013 saat melakukan tindakan operasi laparoskopi. Total ditemukan 241 SMS yang dikirim dan diterima dr Zilberstein sepanjang terlibat dalam operasi yang berlangsung antara bulan April dan Agustus 2013 tadi.
ahkan dokter ini juga meresepkan narkoba kepada sejumlah pasien. Dalam berkas tuntutan disebutkan seorang pasien menerima resep berisi tablet oxycodone hydrochloride sebanyak 2.250 buah antara tanggal 13 September 2011-11 September 2013.
Setelah diselidiki lagi ternyata dr Zilberstein juga meresepkan substansi Schedule II, III dan IV kepada tujuh pasien berbeda padahal obat-obat yang tergolong ke dalam empat kategori itu berada di luar kewenangan medisnya.
"(Beruntung) kami tak menemukan indikasi pasien mengalami bahaya yang berkaitan dengan insiden ini, terutama dengan perilaku sexting (Dr Zilberstein)," ungkap Landreau seperti dikutip dari hlntv.com, Rabu (11/6/2014).
Karena kealpaannya tersebut, izin praktik dr Zilberstein untuk sementara ditangguhkan sembari menunggu hasil putusan pengadilan. Bila terbukti bersalah, praktik dokter usil ini akan dibatasi atau bahkan dicabut sama sekali.
(lil/ash)