Adalah Irving Tan, Presiden Asia Pacific & Japan Cisco, yang tak ragu-ragu untuk maju on-stage sambil berjoget diiringi oleh musik cha-cha dari band pembuka acara. Jelas, apa yang dilakukan Irving hanyalah bagian dari ice breaking untuk mencairkan suasana.
"Teknologi itu harus simpel dan memudahkan kita, bukan sebaliknya. Jadi di sini kami ingin memperkenalkan sejumlah teknologi baru hasil kolaborasi dan inovasi yang mengerti kita semua," ujarnya seperti ikut disaksikan detikINET di Hotel Sheraton, Macau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengambil foto dirinya sendiri alias selfie dengan latar belakang hampir seribuan peserta acara yang terdiri dari analis, media, customer, dan partner Cisco dari seluruh kawasan Asia Pasifik dan Jepang.
"Berhubung ibu saya ada di Twitter, izinkan saya untuk memberinya kabar apa yang sedang saya lakukan. Tolong lambaikan tangan untuk ibu saya," katanya sambil ber-selfie-ria diikuti lambaian tangan orang-orang di belakangnya.
"Apa yang baru saja saya lakukan itu sudah jamak dalam kehidupan kita sehari-hari. Banyak orang yang sebelum makan, misalnya, mengambil foto terlebih dulu kemudian di-share di social media. Itu artinya, orang mulai berbagi kehidupan pribadinya. Jadi, saat kita bicara mobile ini bukan tentang panggilan telepon saja," papar Andre Smith lebih lanjut.
"Kalau dulu jargonnya 'technology comes first and users will follow' sekarang kebalikannya. Kami pun di Cisco demikian. Tren ini yang kami bawa dan kami wujudkan dalam produk-produk terbaru kami agar lebih memudahkan pelanggan dan partner kami," ucapnya.
Apa saja produk-produk yang dimaksud? Dalam kesempatan ini, Cisco memperkenalkan DX80, DX70, 8800 Series Phones, dan Cisco Collaboration Meeting Room (CMR). Seperti apa produknya yang diklaim inovatif tersebut? Nantikan dalam ulasan berikutnya.
(rou/tyo)