Ada tiga catatan penting dari CSO Indonesia terkait tentang proses tata kelola internet disampaikan langsung secara verbal melalui hub (teleconference) NETmundial khusus Indonesia, pada 24 April 2014, malam hari (waktu Jakarta).
βPendekatan multistakeholder (pemangku kepentingan majemuk: pemerintah, bisnis, civil society, komunitas teknis, akademisi β Red.) dalam tata kelola Internet, haruslah dibuat lebih konkrit, tidak lagi sebatas pada spirit. Pendekatan ini harus didorong menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan di tingkat nasional,β ujar Donny B.U., dari ICT Watch, yang menyampaikan catatan pertama atas nama Indonesia CSOs Network for Internet Governance (ID-CONFIG).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun pada catatan kedua, yang disampaikan oleh Shita Laksmi dari Southeast Asia Technology and Transparancy Initiatives (SEATTI)/HIVOS juga atas nama ID-CONFIG, menekankan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyusunan kebijakan (tata kelola) Internet di tingkat nasional. βTransparansi dan akuntabilitas tersebut harus dipantau dan dikaji secara terus menerus oleh multi-stakeholder,β ujar Shita.
Menurut Shita, hanya bertumpu pada pelaksanaan dialog yang multistakeholder, tidak lantas jadi jaminan adanya proses pengambilan keputusan yang transparan dan akuntabel.
βAda sejumlah pengalaman dimana diskusi (walau sudah multistakeholder β red.), namun kualitas hasil diskusinya buruk, (karena) sejumlah saran dari para pihak tidak ditanggapi dengan serius,β tegasnya.
Dalam catatan ketiga, ID-CONFIG menekankan pentingnya ada strategi yang disepakati bersama para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam tata kelola internet, serta harus secara tepat merefleksikan prioritas kepentingan publik luas.
Dalam kerangka ini, maka memandang internet dan web dalam tata kelola internet khususnya di tingkat nasional, haruslah dirancang dan diregulasi dengan tujuan menguatkan pertumbuhan ekonomi, menjamin kebebasan berpendapat serta melindungi privasi dan keamanan di ranah maya.
Keterlibatan aktif CSO Indonesia berpartisipasi dan berinteraksi langsung di NETmundial melalui hub Indonesia tersebut menunjukkan keseriusannya dalam mengawal isu tata kelola Internet. CSO Indonesia melalui jejaring yang difasilitasi oleh ID-CONFIG tersebut memang bertujuan untuk mendorong tata kelola Internet yang lebih baik, khususnya di Indonesia.
Hub NETmundial untuk Indonesia berlokasi di basecamp ICT Watch, Tebet β Jakarta. Dalam jumlah catatan yang disampaikan, hub Indonesia termasuk paling aktif dibandingkan dengan lebih dari 30 hub lainnya yang tersebar di 20 negara berbeda.
Sejumlah CSO yang turut hadir berdiskusi dan berinteraksi dengan NETmundial kemarin malam dari pukul 18.00 s/d 23.00 WIB, antara lain: Nawala Nusantara, Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), Relawan TIK Indonesia, Center for Innovation and Policy Government (CIPG), SEATTI/HIVOS, Indonesian AIDS Coalition (IAC), Institute for Education Development, Social, Religious and Cultural Studies (INFEST) serta Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI). Hub Indonesia tersebut difasilitasi oleh ICT Watch, Google Indonesia dan ID-CONFIG.
(ash/tyo)