Program ini dijalankan Ford Foundation bersama tiga organisasi pendukungnya; Wikimedia Indonesia, ICT Watch dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dengan tajuk 'Cipta Media Seluler' secara online via situs www.ciptamedia.org
Tiga kategori permintaan hibah yang bisa diminta adalah produksi dan penyampaian konten, rekayasa piranti lunak (membuat aplikasi), dan rekayasa perangkat keras (hardware).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemanfaatan teknologi seluler untuk upaya sosial dirasa belum dieksplorasi di Indonesia. Dimana pelaku industri tetap memperlakukan pengguna ponsel berpenghasilan rendah sebagai konsumen, dan bukan produsen konten yang dapat diaktifkan untuk menghasilkan pengetahuan dalam ekonomi informasi.
Sementara peneliti dan wartawan yang mengikuti industri seluler cenderung lebih fokus pada pertumbuhan penggunaannya oleh masyarakat Indonesia dan bukan menggali kemungkinan ponsel dalam menyelesaikan masalah kepentingan publik.
Dibandingkan medium lain seperti video, radio, dan web, penggunaan seluler untuk perubahan sosial dirasa lambat dikembangkan karena membutuhkan upaya ekstra dari pelaku perubahan sosial dalam mengorganisir penerima manfaatnya.
Heidi Arbuckle sebagai kepala bidang media dari Ford Foundation Indonesia berharap bahwa hibah ini dapat merangsang dan mengajak masyarakat untuk ikut peduli tentang hak dan tanggung jawab mereka sebagai pengguna teknologi seluler dan pelaku media.
Karena benang merah yang sama dari persoalan-persoalan mendasar di dunia adalah pergulatan dalam menciptakan kehidupan sosial yang lebih adil untuk semua.
Hibah senilai USD 750.000 atau senilai Rp 9 miliara ini akan mulai diturunkan untuk penerima hibah terpilih pada bulan Agustus 2014 secara bertahap.
Seleksi akan dilakukan oleh tim seleksi awal dan publik untuk memilih kandidat penerima hibah terbaik yang kemudian akan diteruskan pada tim seleksi akhir untuk dikaji ulang.
Publik sebagai penerima manfaat dapat ikut mendukung mengisi jajak pendapat kebutuhan secara daring (online), memberikan dukungan via SMS dan penyebaran via media sosial.
Penentuan penerima hibah akan dilakukan oleh tim seleksi akhir yang terdiri dari tim independen dengan berbagai latar belakang keahlian yang akan melakukan wawancara dengan calon penerima hibah.
(ash/fyk)