China dikenal sebagai salah satu negara yang sangat ketat dalam menerapkan sensor di internet. Mereka mengklaim, upaya sensor tersebut berhasil 'membersihkan' internet yang diakses oleh warga negaranya.
Sensor internet di China tidak hanya untuk menyaring pornografi atau situs berbau politik. Namun juga jejaring sosial besar buatan perusahaan asing termasuk Facebook, Twitter, YouTube dan sebagainya.
Dikutip detikINET dari Reuters, Sabtu (30/11/2013), para pengkritik menilai tindakan sensor sejatinya adalah upaya otoritas mencegah diskusi bernada anti pemerintah. Namun Ren Xianling selaku wakil menteri State Information Office membela diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa topik yang sering diberangus misalnya tentang kemerdekaan wilayah tertentu seperti Tibet. "Beberapa website melakukan propaganda tentang Tibet yang bertujuan memecah belah negara. Hal itu melanggar hukum China," tandas Ren.
(fyk/fyk)