"Selama ini, ratusan developer dari berbagai kalangan sering kumpul bersama. Setiap bulan selalu ada diskusi dan menunjukkan apa yang sedang dan sudah dikerjakan. InDMF ini adalah ajang pamer kami, untuk mempromosikan kerja selama setahun terakhir ini," ujar Ary S Prihatmanto selaku Ketua InDMF saat ditemui detikinet di CC Timur ITB, Jalan Ganesa.
Selain pameran produk media digital, kegiatan ini juga diisi dengan kegiatan workshop, talkshow dan seminar dengan berbagai tema yang menarik. Menurutnya, digital media kini telah menjadi sebuah ekosistem yang perlu diikuti perkembangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan, saat ini tantangan para developer adalah untuk membuat produk yang memiliki value yang pas dengan kebutuhan user. Karena menurutnya saat ini banyak developer mampu dengan mudah membuat produk-produk simpel. Namun biasanya karya-karya media digital seperti aplikasi atau games itu hanya berupa hiburan.
"Menjadi tantangan tersendiri bagi para developer untuk membuat aplikasi yang lebih sulit lagi. Itu membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan karya simpel yang biasa. Misalnya aplikasi yang bisa mendeteksi kemacetan atau scheduling jadwal," tutur Ary.
Namun ia mengakui, aplikasi-aplikasi 'berat' belum banyak dilirik developer, karena user kebanyakan di Indonesia cenderung memilih aplikasi yang mudah dan menghibur.
"Itu yang harus dicari. Bagaimana membuat aplikasi yang punya value sesuai dengan kebutuhan user, sehingga aplikasi itu digunakan banyak orang," jelasnya.
ITB Apprentice Awards
Dalam acara ini, InDMF juga mengumumkan gelaran kompetisi berjudul ITB Apprentice Awards yang merupakan ajang pencarian potensi developer muda. Nantinya, pemenang akan mendapatkan kesempatan magang selama dua minggu di perusahaan bergengsi Disney Singapura.
Pengumpulan karya untuk kompetisi ini dimulai pada Desember hingga akhir April 2014 mendatang. Namun untuk registrasi telah dibuka sejak hari ini.
"Kategorinya short animation dan mobile apps. Kompetisi ini dibuka untuk umum, bagi mereka developer muda berusia 18-25 tahun," tutur Ary.
Kompetisi ini merupakan kerjasama ITB dengan The Walt Disney Company yang bertujuan untuk menjaring potensi-potensi developer di Indonesia. "Potensi developer Indonesia itu luar biasa, ini harus menjadi trigger supaya dunia luar tahu kemampuan kita," pungkasnya.
(tya/ash)