Nokia menyebutkan, atas perubahan tersebut dia berhak mendapat bayaran sebesar 18 bulan gaji dan bonus insentif senilai USD 5,7 juta. Dia juga akan mendapatkan bagian saham bernilai USD 19,7 juta. Secara keseluruhan, bayaran yang akan diterima pria berkacamata ini sekitar USD 25,4 juta.
Angka yang menggiurkan ini menimbulkan kontroversi, terutama reaksi kemarahan di negeri asal Nokia, Finlandia. Salah satunya, datang dari Menteri Ekonomi Finlandia Jan Vapaavuori.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Elop dinilai tak pantas mendapatkan bonus tinggi dari hasil menjual Nokia. Padahal seperti diketahui, Nokia adalah perusahaan yang boleh dibilang menjadi ikon rakyat Finlandia.
Untuk meredakan kontroversi, Nokia disebut-sebut membujuk Elop menerima kompensasi bonus yang sudah dikurangi nilainya.
Namun menurut surat kabar Finlandia Helisingin Sanomat, Elop menolak tawaran Nokia. Yang mengejutkan, penolakan tersebut dikarenakan dia sedang dalam proses bercerai dengan istrinya.
Alasannya, berdasarkan aturan hukum di Finlandia, istri Elop berhak menerima setengah dari kompensasi senilai USD 25 juta yang dihadiahkan Nokia kepadanya.
Elop pun harus meyakinkan istrinya untuk mau menerima pembayaran yang dikurangi jika dia pada gilirannya memang harus menerima bonus yang sudah dikurangi.
Masalah ini diperumit dengan kenyataan bahwa istri Elop saat ini tinggal di Amerika Serikat. Sampai saat ini, belum dapat dipastikan apakah proses perceraian akan dikenakan undang-undang Finlandia atau Amerika Serikat.
(rns/ash)