Belakangan, tiga pria tersebut diamankan karena berkelahi saat sedang mengantre untuk membeli iPhone 5S. Diketahui, mereka adalah gelandangan yang diupah untuk menginap di depan Apple Store.
Ya, sejumlah calon pembeli iPhone 5S punya ide untuk memanfaatkan jasa gelandangan untuk mengantre. Seperti diketahui, antrean smartphone terbaru Apple selalu menjadi berita besar. Para penggemar gadget ini, rela bermalam bahkan mendirikan kemah di depan toko, jauh hari sebelum penjualan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sempat terekam kamera salah satu stasiun TV, tampak polisi berupaya melerai perkelahian dua orang tersebut. Beruntung, tidak sampai terjadi korban luka. Beberapa saat setelahnya, para calon pembeli bisa kembali mengantre dengan tenang.
Dilansir News Sky, Senin (23/9/2013), dua dari gelandangan, ditangkap. Sementara satu orang lainnya, dibawa ke pusat kesehatan mental. Dimintai keterangan, rupanya kericuhan dipicu oleh adu mulut di antara para gelandangan dan seorang pebisnis yang menjanjikan upah mengantre.
Salah satu gelandangan, Dominoe Moody mengatakan, dia berkendara sejauh 10 mil dari Los Angeles ke Pasadena, bersama sejumlah gelandangan lain. Malang bagi Moody, iPhone 5S sudah diserahkan ke si pebisnis, namun dia kabur dari tanggung jawab, tidak membayarkan upah.
Alhasil, bukannya mendapatkan USD 40 seperti yang dijanjikan, dia malah ditangkap polisi. Diperkiarakan setidaknya ada 200 orang yang mengantre semalaman di depan Apple Store. Beberapa bahkan ada yang mengantre sejak beberapa hari sebelumnya.
(rns/ash)