Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Anak Bungsu Ahmad Dhani Dibully warga Twitter

Anak Bungsu Ahmad Dhani Dibully warga Twitter


- detikInet

(ist)
Jakarta - Kasus yang menyangkut kehidupan selebritis selalu menjadi sorotan publik. Tak terkecuali musibah kecelakaan lalu lintas yang dialami putra bungsu Ahmad Dhani. Bahkan pacar putra bungsunya itu sampai di-bully di twitter.

Kejadian nahas yang menimpa putra Ahmad Dhani ini terjadi setelah dia mengantar pulang sang kekasih ke rumahnya di Cibubur. Inilah yang membuat beberapa orang lantas menyalahkan sang kekasih atas kecelakaan tersebut. Padahal tentu tak ada seorangpun yang menginginkan hal ini terjadi.

"Karena usianya masih anak-anak, bullying yang diterima di twitter tentu saja dapat membuatnya tidak nyaman. Bahkan tidak menutup kemungkinan membuatnya depresi," kata psikolog Anna Surti Ariani, Psi, MSi saat dihubungi detikHealth, Senin (9/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Psikolog yang juga berpraktek di Klinik Terpadu UI ini menerangkan, meskipun lewat jejaring sosial, bullying yang dialami anak masih bisa membuat mereka down. Apalagi anak-anak masa kini lebih akrab dengan internet dan berinteraksi dengan berbagai sosial media.

Masa-masa seperti ini, peran orang tua amat dibutuhkan. Bagi anak yang terlibat secara langsung, peran orang tua bukan untuk membenarkan kekeliruan yang dilakukan, namun memberikan pemahaman bahwa tindakannya membawa implikasi buruk dan sebaiknya tidak diulangi.

"Saya akan menyarankan untuk tidak melihat jejaring sosial untuk beberapa waktu. Orang tua atau saudara-saudaranya sebaiknya memantau bagaimana reaksi orang lewat social media," terang psikolog yang akrab disapa Nina ini.

Untuk membuat anak tenang, sebaiknya anak juga dijauhkan dari berbagai macam berita dan kabar buruk yang membuatnya sedih. Sebab jika dibiarkan, anak bisa mengalami depresi. Gejalanya biasanya murung, menarik diri, tidak nafsu makan, dan kehilangan minat atas hal yang dulu disukai.

Apabila hal ini terjadi, orang tua perlu melakukan komunikasi dari hati ke hati, mengajak anaknya ngobrol. Sebab depresi yang dialami anak bisa berkembang menjadi parah dan mengganggu perkembangan mentalnya jika tidak ditangani.

Pada kasus yang dialami putra Ahmad Dhani, kecelakaan parah yang dialami tentu sudah menjadi pukulan telak bagi semua pihak yang terlibat. Apabila ditambah dengan cemoohan di social media, tentu membuat mereka yang masih anak-anak ini semakin terbebani.

"Tapi yang jelas, apapun alasannya, menghujat dan membully orang lain di twitter bukan tindakan yang benar. Kita bisa lebih bersimpati korban atau memperingatkan pelaku dengan kata-kata yang lebih positif," pungkas Nina.

(pah/yud)







Hide Ads