Kasus ini bermula dari satu unit laptop curian. Sang wanita asal Ohio bernama Susan Clements yang diketahui sebagai seorang janda, beberapa waktu lalu membeli laptop dari salah satu muridnya.
Si murid mengaku bahwa ia sudah dibelikan laptop baru, sehingga laptop yang saat ini dipakai ingin segera diuangkan. Tanpa banyak berkelit, Clements akhirnya setuju untuk membeli dengan harga USD 60.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kyle Magnus, salah satu karyawan Absolute Software yang menerima notifikasi tersebut, langsung melacak alamat IP laptop curian yang dipakai sang guru. Tapi bukannya langsung mengambil tindakan, ia malah membiarkan Clements menggunakan laptop tersebut sembari mengatifkan fitur pengintai.
Naas bagi Clements. Wanita 52 tahun itu ternyata sering menggunakan laptop tersebut untuk melakukan perbincangan 'nakal' dengan kekasihnya, Jeffrey. Ironisnya, ia ternyata juga sering melakukan video chat tanpa busana dengan pujaan hatinya itu.
Seperti dikutip detikINET dari Wired, Rabu (26/6/2013), setelah mengumpulkan video seks dan perbincangan intim sepasang kekasih itu, Magnus langsung memberikan kepada pihak berwajib untuk ditindak.
Clements akhirnya sempat ditahan karena dianggap penadah oleh polisi, namun di hari yang sama ia juga langsung dibebaskan karena terbukti tidak bersalah. Tapi selain membebaskan Clements, Hakim Walter Rice yang menangani kasus tersebut juga punya pandangan lain.
Baginya pihak pengelola software sudah menerobos batas privasi dengan merekam seluruh aktivitas Clements di depan komputer. Alhasil, pasangan kekasih itu pun menuntut balik tindakan Absolute Software.
"Saat ini proses hukumnya sedang berlangsung, Absolute tidak bisa memberikan keterangan apapun untuk sekarang ini," kata juru bicara Absolute Software.
Selain ingin menyeret Absolute Software ke meja hijau, Clements dan kekasihnya juga menuntut dua petugas polisi yang sempat mengurungnya di balik jeruji.
(eno/ash)