Hal tersebut diketahui dari sejumlah berkas National Security Letter (NSL) yang diajukan FBI kepada Google yang belum lama ini terungkap. Isi dari berkas tersebut adalah meminta Google memberikan transparasi terkait database yang dimilikinya.
Bila sebelumnya Google masih ragu untuk membeberkan database miliknya, namun pada akhir bulan Januari lalu Google terpaksa mengabulkan permintaan tersebut karena dihadapkan langsung oleh permintaan langsung pemerintah AS yang sedang berencana mengumpulkan data pengguna di Negeri Paman Sam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari Vr-zone, Jumat (7/3/2013), demi mempertahankan kebijakan ketat yang dianutnya ini, Google konon berencana untuk menggalang dukungan melalui petisi online yang bertujuan untuk mengajukan banding terhadap regulasi di AS yang mengatur tentang Electronic Communications and Privacy Act.
Isi dari aturan tersebut terkait dengan permintaan pemerintah AS yang dihadapkan kepada Google.
(ash/ash)