Rencana ini disampaikan Kim pekan lalu, melalui akun Twitternya @KimDotcom. Namun sepertinya, pengguna masih harus bersabar. Layanan tambahan ini belum akan muncul dalam waktu dekat, melainkan dalam beberapa tahun ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Believe me: Privacy is the next big thing on the Internet. And #Mega is all about privacy. We are "The Privacy Company," tulisnya.
Kim bahkan menyiratkan peringatan bahwa penggunaan layanan email berbasis server Amerika Serikat (AS) seperti Gmail, iCloud dan Skype kurang aman. Menurutnya, pemerintah AS bisa meminta akses ke data pengguna.
Tech entrepreneur tersebut juga mengatakan, Selandia Baru, negara yang ditinggalinya saat ini, bisa menjadi tempat privasi pengguna terlindungi dengan sempurna. Pendiri situs megaupload yang diberangus itu menyebutnya sebagai 'tempat berlindung' bagi perusahaan yang bersaing dengan provider AS yang menurutnya tidak aman.
(rns/ash)