Meski layanan 140 karakter yang disediakan Twitter boleh digunakan untuk kebebasan berekspresi, jejaring sosial itu tidak mentolerir jika ada akun pengguna yang disalahgunakan untuk tujuan negatif. Misalnya untuk menyebarkan kebencian, SARA, fitnah, dan sejenisnya.
Demikian diungkapkan oleh Sailesh Rao, Vice President International Revenue Twitter, saat memaparkan rencana bisnis Twitter di Indonesia, dalam jumpa pers di Rasuna Episentrum, Jakarta, Rabu (23/1/2013).
Ditanya soal fenomena akun anonim yang berseliweran di Twitter untuk maksud yang buruk, Rao mengaku tak bisa memverifikasi akun tersebut satu per satu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, pengguna tinggal melaporkannya ke Twitter seperti ketika melaporkan keberadaan spam. Mereka memiliki tim khusus yang akan merespons feedback dari pengguna.
"Detail cara pelaporannya bisa dilihat di situs Twitter," pungkasnya.
(rou/rns)