Hal ini dinilai sejumlah pengamat bisa membuat jadwal penjualan molor. Padahal, seperti dilansir Cnet dan dikutip detikINET, Rabu (2/1/2013), banyak yang tak sabar memilikinya, sejak Google memamerkan kacamata tersebut enam bulan lalu.
Dalam sebuah wawancara, Head of Google Glass project Babak Parviz mengatakan, timnya masih terus mencoba ide-ide baru. Pengembangan masih dilakukan baik dari sisi software maupun hardware.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kacamata Google memulai debutnya di Google I/O Conference Juni tahun lalu. Dalam demo yang ditampilkan kala itu, kacamata pintar ini memiliki kemampuan video dan audio, built-in kompas dan accelerometer yang dikendalikan dengan gerakan kepala.
Semenjak itu, berbagai update pun ditambahkan. Parviz mengatakan, perangkat ini kini memiliki touch pad untuk mengubah setting. Google juga melakukan eksperimen dengan menambahkan fitur voice command.
Setelah Google memperkenalkan Google Glass Project, bermunculan kacamata pintar lain yang ingin menjadi pesaing. Microsoft dan Olympus adalah dua di antara para pesaing itu.
Apple pun diyakini menggarap kacamata futuristik serupa. Bahkan kabarnya, Apple telah lebih dulu memiliki paten atas perangkat ini di Amerika Serikat.
(rns/ash)