Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pilpres AS
Kertas Suara Digantikan Email Masih Jadi Kontroversi
Pilpres AS

Kertas Suara Digantikan Email Masih Jadi Kontroversi


- detikInet

Warga New Jersey melakukan voting via email di pilpres AS (ist)
New Jersey, AS - Warga Amerika Serikat di New Jersey mendapatkan perlakuan khusus dalam pemilihan presiden tahun ini. Khususnya para korban badai Sandy boleh menggunakan hak suaranya dengan menggunakan email. Sayangnya, 'kertas suara' yang digantikan dengan email ini masih menimbulkan kontroversi.

Menurut Matt Blaze, Director of the distributed systems di University of Pennsylvania, melakukan pemilihan dengan email dianggap tidak aman. Karena siapa pun bisa memalsukan email dari alamat di internet.

Memang di negara bagian itu, calon pemilih harus mendaftarkan diri terlebih dulu ke petugas pemilihan lokal di tempatnya masing-masing. Setelah terdaftar, petugas lokal akan mengirimkan kertas pemilihan elektronik kepada calon pemilih tersebut juga melalui email.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nantinya pemilih menggunakan media email dengan mengisi kertas suara yang telah dibagikan, lalu kemudian dikirimkan kembali ke petugas pemilih. Demikian seperti dikutip detikINET dari QZ, Rabu (7/11/2012).

Blaze pun mendesak agar warga New Jersey untuk melewatkan sistem voting via email yang dilaksanakan hanya dalam dua hari tersebut dan mengajukan pemungutan suara sementara di setiap TPS New Jersey.

Hal senada juga diungkap Andrew Appel, Kepala Departemen Ilmu Komputer di Princeton. Menurutnya menggunakan hak suara melalui sangat rentan terhadap gangguan. Serangan sudah terbukti pernah digunakan untuk mencuri uang dari individu dan bisnis.

Ia juga menunjukkan bahwa suara mesin bisa diubah dengan cara yang akan memungkinkan hacker untuk memanipulasi fungsi dari jarak jauh setelah pemilu. Jadi apa solusinya? "Saya pikir scan kertas suara adalah pilihan yang paling handal dan aman untuk AS di masa mendatang," kata Appel.

"Dalam sistem ini, pemilih mengisi suara dengan kertas-tangan dengan cara yang dapat dibaca oleh mesin. Ini menggabungkan yang terbaik dari sistem voting kertas dengan beberapa kecepatan sistem voting komputerisasi, karena surat suara yang rumit dapat dibaca mesin dan ditabulasi," tandasnya.


(tyo/rou)







Hide Ads