Setidaknya demikian hasil riset yang dirilis lembaga Internet Watch Foundation (IWF) di Inggris. Mereka melakukan penelitian pada sekitar 12 ribu konten porno buatan sendiri.
Menurut analisis mereka, 88% dari semua pornografi privat yang dibuat sendiri akan berakhir di website pornografi dan menjadi konsumsi publik. Seringkali hal itu terjadi tanpa sepengetahuan pemilikinya.
Salah satu penyebabnya adalah merebaknya website porno yang berisi konten homemade tersebut. Mereka mencari konten dari mana saja dan kadang menghalalakan segala cara untuk mendapatkannya.
"Kami meminta agar anak-anak muda menyadari bahwa sekali sebuah foto atau video online, mungkin tidak akan bisa dihapus lagi semuanya," kata Susie Hargreaves selaku CEO IWF.
Pasalnya, gambar atau video tersebut kemungkinan besar akan banyak dikopi oleh pihak lain dan mempermalukan pelakunya. Demikian seperti dikutip detikINET dari The Inquistr, Senin (5/11/2012).
(fyk/fyk)