Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Koran Legendaris Inggris pun Diisukan Stop Edisi Cetak

Koran Legendaris Inggris pun Diisukan Stop Edisi Cetak


- detikInet

Ilustrasi (digitalspy)
Jakarta -

Isu penghentian edisi cetak dari media ternama tak cuma menghadang Newsweek. Konon, The Guardian yang merupakan koran legendaris Inggris juga disebut-sebut tengah bersiap melakukan aksi serupa.

Laporan The Daily Telegraph mengungkap bahwa The Guardian dan The Observer saat ini sedang memikirkan masak-masak soal rencana penghentian edisi cetak dari surat kabar mereka. Jangan khawatir, mereka tak lantas gulung tikar, melainkan akan beralih sepenuhnya ke versi digital alias online.

Seperti banyak media lain, The Guardian saat ini tengah berjuang untuk menutup ongkos produksi cetak dan gempuran konten online yang gratisan, sehingga mengakibatkan mereka harus merugi hingga 44 juta poundsterling dalam setahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, banyak yang meyakini jika hasil bisnis yang minor ini akan berubah jika mereka hijrah sepenuhnya ke layanan online.

Awal tahun lalu, isu Guardian akan bermigrasi ke online sejatinya sudah dihembuskan oleh Adam Freeman, Outgoing Commercial Chief Guardian. Saat itu, Freeman menyatakan bahwa Guardian tengah dalam misi untuk mandiri sebagai layanan publikasi digital.

Memang, setalah kabar itu belum ada lagi suara resmi yang datang dari surat kabar populer itu. Bahkan setelah isu paling anyar memanas, petinggi Guardian langsung menampiknya.

Adalah Alan Rusbridger, editor in chief The Guardian yang mementahkan kabar tersebut. Menurutnya, kabar yang diletupkan Telegraph soal penghentian edisi cetak The Guardian untuk beralih sepenuhnya ke online, merupakan isu keliru.

Terlepas dari tarik ulur kabar tersebut, The Guardian sejatinya sudah dirundung ancaman PHK berbalut efisiensi organisasi. Beberapa waktu lalu, kabarnya mereka siap mamangkas sekitar 100 staf editorial dari total 650 pekerja yang dimiliki.

(/)




Hide Ads