"Saya rasa emoticon yang ada sekarang jelek dan tidak kreatif. Mereka merusak tantangan mencoba cara cerdas mengekspresikan emosi menggunakan karakter keyboard standar," kata Fahlman seperti dikutip detikINET dari The Inquisitr, Jumat (14/9/2012).
Dalam sebuah wawancara bertema memperingati 30 tahun emoticon, ilmuwan komputer dari Carnegie Mellon University ini lantas mengenang bagaimana temuannya dipakai banyak orang di dunia online.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahlman tidak menyangka jika emoticon tersebut punya dampak besar dalam interaksi online, sehingga dia lalai tidak menyimpan copy dari debut kreasinya tersebut.
Pada 2002, seorang engineer Microsoft berhasil mendapatkan back-up tape berupa email berisi hasil kreasi Fahlman. Meski Fahlman dijuluki sebagai bapak emoticon atas temuannya, namun sebagian orang meyakini dia bukanlah orang pertama yang memanfaatkan karakter emoticon wajah tersenyum berbasis teks.
(rns/ash)