Pejabat Pemerintahan Obama pada Kamis (13/9/2012) waktu setempat mengatakan bahwa mereka telah meminta YouTube untuk meninjau ulang keberadaan video yang memantik protes di Timur Tengah itu. Kemudian, situs milik Google tersebut tinggal menentukan apakah konten di video itu melanggar aturan atau tidak.
Memang, YouTube telah memblokir akses ke video 'Innocence of Muslims' di sejumlah negara seperti di Libya dan Mesir, termasuk Indonesia. Pun demikian, tindakan YouTube itu sebelumnya diawali gejolak massa yang ada di Timur Tengah. Sementara Indonesia meminta secara khusus kepada Google, selaku pemilik YouTube.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bekerja keras untuk membuat semua orang dapat menikmati dan memungkinkan pengguna untuk mengekspresikan pendapat yang berbeda," kata juru bicara YouTube dalam sebuah pernyataan.
"Ini bisa menjadi tantangan karena video di satu negara dapat menyinggung di tempat lain," lanjutnya, seperti dikutip detikINET dari LA Times, Jumat (14/9/2012). Pun demikian, YouTube menolak untuk mengomentari permintaan pemerintahan Obama.
Di masa lalu, YouTube telah memenuhi permintaan pemerintah India untuk menghapus video yang dikhawatirkan akan memicu kekerasan. Seperti sebulan lalu, YouTube memblokir serangkaian video kerusuhan di timur laut India atas permintaan seorang pejabat India yang khawatir bahwa video dapat menyebabkan kerusuhan sipil lebih lanjut.
Tahun 2009, sebuah video menampilkan seorang wanita Iran sekarat di jalan, namun tidak ditutup karena YouTube menilai tidak melanggar aturan. Namun situs berbagi video itu menambahkan peringatan khusus pada konten tersebut.
(tyo/ash)